Ikhlas Kunci Amal Diterima Allah

  • 03 Apr 2026 14:50 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering kali sibuk dengan penilaian orang lain. Ingin dipuji, ingin dianggap baik, atau bahkan kecewa ketika tidak dihargai. Padahal, dalam Islam, yang paling utama bukanlah penilaian manusia, melainkan bagaimana nilai amal kita di hadapan Allah. Di sinilah pentingnya ikhlas.

Ustadz Khafidz Murtaji kepada RRI Malang menjelaskan bahwa ikhlas berasal dari kata kholuso yang berarti murni. Artinya, setiap ibadah yang kita lakukan harus benar-benar ditujukan hanya untuk Allah, tanpa dicampuri kepentingan lain. “Ikhlas itu saat kita beramal hanya berharap kepada Allah, bukan kepada manusia. Tidak sibuk dengan komentar orang, karena yang kita tuju adalah Allah,” jelasnya.

Allah sendiri telah menegaskan bahwa manusia tidak diperintahkan kecuali untuk beribadah kepada-Nya dengan penuh keikhlasan. Bahkan, apa yang tersembunyi di dalam hati pun tidak luput dari pengetahuan Allah. “Kadang kita merasa aman karena orang lain tidak tahu niat kita, padahal Allah Maha Mengetahui apa yang ada di dalam hati,” tambah Ustadz Khafidz.

Menariknya, dalam Islam, yang dinilai bukan hanya besar kecilnya amal, tetapi juga keikhlasan di baliknya. Ibadah seperti kurban, misalnya, bukan soal daging atau darahnya, tetapi ketakwaan yang menyertainya. “Amal kecil yang dilakukan dengan ikhlas bisa jauh lebih besar nilainya daripada amal besar yang ingin dipuji manusia,” ungkapnya.

Hal ini juga ditegaskan dalam hadits Rasulullah bahwa setiap amal tergantung pada niatnya. Bahkan dalam peristiwa hijrah, seseorang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan. Jika tujuannya karena Allah, maka pahalanya besar. Namun jika karena dunia, maka itulah yang ia peroleh. “Semua kembali ke hati. Niat itu penentu utama,” tegas beliau.

Lebih dalam lagi, ikhlas juga membuat hati menjadi lebih tenang. Kita tidak lagi bergantung pada apresiasi manusia, tidak mudah kecewa, dan lebih fokus pada tujuan utama, yaitu mencari ridha Allah. “Ikhlas itu ibadah yang tidak terlihat, tapi justru sangat menentukan. Karena Allah tidak melihat rupa atau harta kita, tapi melihat hati kita,” tutur Ustadz Khafidz.

Pada akhirnya, ikhlas adalah kunci diterimanya amal. Ia memang tidak tampak, tetapi dampaknya sangat besar. Amal yang ikhlas akan terasa ringan dijalani dan menenangkan hati. Sebaliknya, tanpa ikhlas, amal sebesar apa pun bisa kehilangan nilainya. Maka, menjaga niat tetap lurus menjadi hal yang sangat penting dalam setiap langkah kehidupan seorang muslim.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....