Sejarah April Mop, Tradisi Candaan Global Setiap 1 April

  • 01 Apr 2026 17:08 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang — Setiap tanggal 1 April, masyarakat di berbagai negara mengenal tradisi yang disebut April Fools’ Day atau April Mop. Hari ini identik dengan berbagai candaan, prank, hingga informasi palsu yang dibuat untuk tujuan hiburan. Pada momen tersebut, seseorang yang berhasil menjahili orang lain biasanya akan mengucapkan “April Mop” sebagai penanda bahwa kejadian tersebut hanyalah lelucon.

Sejarah April Mop tidak memiliki satu sumber pasti, namun sejumlah teori menjelaskan bagaimana tradisi ini muncul dan berkembang. Salah satu teori yang paling populer berkaitan dengan perubahan sistem penanggalan di Prancis pada abad ke-16. Pada tahun 1582, Raja Charles IX menetapkan penggunaan Kalender Gregorian yang memindahkan perayaan tahun baru menjadi 1 Januari. Sebelumnya, sebagian masyarakat masih merayakan pergantian tahun pada akhir Maret hingga 1 April. Mereka yang belum mengetahui perubahan tersebut sering menjadi bahan candaan, sehingga muncul kebiasaan mengerjai orang pada tanggal tersebut.

Selain itu, sejumlah sejarawan juga mengaitkan April Mop dengan festival kuno bernama Hilaria yang dirayakan pada masa Roma Kuno. Dalam festival tersebut, masyarakat mengenakan penyamaran, membuat lelucon, serta saling mengejek sebagai bentuk hiburan. Tradisi ini dianggap memiliki kemiripan dengan semangat April Mop yang mengedepankan unsur humor dan kejutan sebagai bagian dari perayaan.

Ada pula teori yang menghubungkan April Mop dengan perubahan musim di kawasan Eropa. Datangnya musim semi sering membawa cuaca yang tidak menentu, sehingga masyarakat mengaitkannya dengan sifat “menipu” dari alam. Seiring waktu, kebiasaan membuat kejutan atau lelucon pun berkembang menjadi tradisi tahunan yang kemudian menyebar ke berbagai negara.

Memasuki abad ke-18, tradisi April Mop semakin populer di kawasan Inggris dan Skotlandia. Bahkan di Skotlandia, perayaan ini pernah berlangsung selama dua hari dengan berbagai bentuk lelucon khas. Hingga kini, April Mop menjadi fenomena budaya global yang tidak hanya dilakukan oleh masyarakat umum, tetapi juga oleh media dan perusahaan yang turut meramaikan hari tersebut dengan berbagai pengumuman kreatif. Meski demikian, masyarakat tetap diingatkan agar candaan yang dibuat tidak merugikan pihak lain dan tetap menjaga etika dalam berkomunikasi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....