April Mop: Tradisi Candaan Tahunan yang Mendunia
- 01 Apr 2026 16:10 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang- Setiap tanggal 1 April, masyarakat di berbagai belahan dunia merayakan tradisi yang dikenal sebagai April Fools’ Day atau April Mop. Hari ini identik dengan berbagai candaan, prank, hingga kabar palsu yang dibuat semata untuk menghibur. Dalam tradisi tersebut, seseorang yang berhasil dijahili kerap disebut sebagai “April Fool”. Seiring waktu, perayaan ini tidak hanya dilakukan secara langsung, tetapi juga berkembang melalui media sosial dan berbagai platform digital.
Sejarah April Mop diyakini berkaitan dengan perubahan sistem penanggalan di Prancis pada abad ke-16. Pada tahun 1582, negara tersebut mulai menggunakan Kalender Gregorian menggantikan Kalender Julian, sebagaimana ditetapkan dalam Konsili Trente tahun 1563. Dalam sistem kalender sebelumnya, perayaan tahun baru berlangsung pada akhir Maret hingga sekitar 1 April. Namun setelah perubahan kalender, awal tahun dipindahkan menjadi 1 Januari. Sebagian masyarakat yang belum mengetahui perubahan tersebut tetap merayakan tahun baru di awal April dan kemudian menjadi sasaran candaan, yang diyakini menjadi awal mula istilah April Fools.
Selain itu, sejumlah sejarawan juga mengaitkan tradisi ini dengan perayaan kuno bernama Hilaria yang dirayakan pada masa Roma Kuno. Dalam festival tersebut, masyarakat mengenakan penyamaran dan saling mengejek sebagai bentuk hiburan. Di Prancis sendiri, April Mop memiliki tradisi unik yang dilakukan anak-anak dengan menempelkan ikan kertas di punggung orang lain. Ketika korban menyadarinya, pelaku akan berteriak “Poisson d’Avril” yang berarti “Ikan April”, sebuah ungkapan khas yang hingga kini masih dikenal dalam budaya setempat.
Tradisi candaan pada 1 April juga pernah dimanfaatkan oleh media massa. Salah satu contoh terkenal terjadi pada 1957 ketika BBC menayangkan laporan tentang panen spaghetti di Swiss yang ternyata merupakan berita tipuan khusus April Mop. Tayangan tersebut sempat membuat banyak penonton percaya bahwa pasta dapat tumbuh di pohon. Hingga kini, April Mop tetap menjadi fenomena budaya populer yang dirayakan di berbagai negara, meskipun masyarakat diimbau untuk tetap bijak agar candaan yang dibuat tidak menimbulkan kesalahpahaman di ruang publik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....