Sejarah Kue Nastar Kastengel Tradisi Lebaran Indonesia

  • 19 Mar 2026 05:03 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang – Kue nastar dan kastengel menjadi sajian wajib di perayaan Idul Fitri di Indonesia. Kedua kue ini hampir selalu hadir di meja tamu saat Lebaran, menemani suasana silaturahmi bersama keluarga dan kerabat. Rasanya yang khas membuat keduanya menjadi primadona; nastar dengan isian selai nanas yang manis dan legit, sementara kastengel memiliki rasa gurih dan sedikit asin dari keju. Namun di balik kelezatannya, keduanya memiliki sejarah panjang yang menarik untuk diketahui.

Kue nastar sebenarnya berasal dari Belanda pada masa kolonial. Nama “nastar” diambil dari bahasa Belanda, yaitu ananas yang berarti nanas dan taartjes yang berarti tart atau kue kecil. Saat dibawa ke Indonesia, bahan buah asli sulit didapat, sehingga masyarakat menggantinya dengan nanas yang melimpah di wilayah tropis. Dari sinilah lahir nastar dengan selai nanas yang kini sangat populer di tanah air.

Seiring waktu, nastar mengalami berbagai inovasi. Selain selai nanas, kini tersedia varian isi stroberi, blueberry, hingga durian. Menurut pakar pastry Indonesia, Chef Yongki Gunawan, nastar lebih tepat dikategorikan sebagai cake karena teksturnya lembap dan lembut, berbeda dengan kue kering yang biasanya renyah. Bagi etnis Tionghoa, nastar juga memiliki makna simbolik sebagai “ong lai” atau pir emas yang melambangkan kemakmuran, keberuntungan, dan rezeki.

Sementara itu, kastengel memiliki akar sejarah yang serupa. Nama aslinya kaastengels berasal dari bahasa Belanda, kaas berarti keju dan tengels berarti batang. Berbeda dengan nastar, kastengel memiliki tekstur renyah seperti kue kering. Pada masa kolonial, kastengel disajikan di rumah elite Belanda, pejabat kolonial, atau keluarga campuran Belanda-Indonesia, dengan ukuran panjang sekitar 30 sentimeter.

Ketika resep kastengel diadaptasi di Indonesia, ukurannya diperkecil menjadi 3–4 sentimeter dengan lebar sekitar 1 sentimeter, menyesuaikan kapasitas oven. Meski telah mengalami berbagai penyesuaian, nastar dan kastengel tetap mempertahankan keunikan masing-masing. Hingga kini, kedua kue ini masih menjadi favorit dan hampir selalu hadir di setiap perayaan Lebaran, melengkapi momen kebersamaan keluarga di hari raya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....