Radio Malang Raya Bersatu Bangun Industri Radio
- 13 Mar 2026 08:54 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Pelaku industri radio di Malang Raya berkumpul dalam sebuah pertemuan bertajuk “Radio Bersatu untuk Membangun Industri Radio di Malang Raya” yang digelar di Toko SARA, Jalan Dr. Cipto, Kota Malang, Kamis (12/3/2026). Kegiatan ini dikemas dalam momen buka puasa bersama yang sekaligus menjadi ajang silaturahmi antar insan radio serta ruang berbagi cerita, pengalaman, dan gagasan mengenai masa depan industri radio.
Pertemuan ini dihadiri perwakilan dari 11 stasiun radio di Malang Raya, yakni RRI Malang Pro 1 FM 94,6 MHz Pro 2 FM 87,9 MHz Pro 4 FM 105,3 MHz, MFM Radio FM 101.3 MHz, Kosmonita FM 95.4 MHz, MAS FM FM 104.5 MHz, Radio RDI FM 107.7 MHz, Kalimaya Bhaskara FM 102.1 MHz, S RADIO FM 98.2 MHz, City Guide FM 91.1 MHz, Tidar Sakti FM 96,2 MHz, Radio Elfara FM 98.6 MHz, dan Kds8 FM 97,8 MHz. Para pelaku industri radio tersebut berkumpul dengan semangat kebersamaan untuk membangun kolaborasi yang lebih kuat di tengah tantangan perkembangan media digital.
Station Manager MFM Radio, Yossi B. Vinasari, mengatakan bahwa pertemuan ini menjadi langkah awal untuk menyatukan visi dalam mengembangkan kembali industri radio di Malang Raya.
“Jadi ada 11 radio yang berkumpul ingin punya mimpi atau cita - cita untuk mengembangkan industri radio lagi. Kita akan membuat beberapa program bersama. Karena kalau kita sendiri-sendiri mungkin tidak bisa melakukan apa-apa secara maksimal, namun dengan bersama diharapkan bisa full power,” ujar Yossi kepada www.rri.co.id, Jumat (13/3/2026).
Ia menambahkan, kolaborasi ini akan diwujudkan melalui berbagai program bersama, salah satunya kampanye kepada masyarakat agar kembali mendengarkan radio.
“Kami 11 radio di Malang Raya berkomitmen untuk memajukan industri radio dengan beberapa agenda kegiatan, antara lain branding ke masyarakat melalui kampanye ‘Ayo Dengerin Radio’ serta edukasi ke sekolah dan kampus tentang dunia penyiaran. Dengan mendengarkan radio, masyarakat tidak hanya mendapatkan hiburan, tetapi juga informasi yang bermanfaat,” tambahnya.
Sementara itu, perwakilan RDI Malang, Zulkifli DM, menyampaikan bahwa pertemuan ini berawal dari keprihatinan para pelaku radio terhadap menurunnya minat masyarakat dalam mendengarkan radio.
“Beberapa waktu terakhir kami melihat banyak masyarakat yang bahkan tidak tahu bahwa radio masih ada. Ada komentar netizen yang bertanya ‘Radio itu masih ada?’ atau ‘Radio masih didengar ya?’ Dari situ muncul keprihatinan dan keinginan untuk bergerak bersama,” ungkap Zul.
Menurutnya, radio sebenarnya masih memiliki potensi besar sebagai media informasi, hiburan, sekaligus sarana promosi yang efektif bagi pelaku usaha maupun pemerintah.
“Radio adalah media yang mudah diakses dan menjadi hiburan gratis bagi masyarakat. Sekali memiliki perangkat radio, masyarakat bisa menikmati berbagai program kapan saja tanpa harus berlangganan seperti layanan hiburan lainnya. Selain itu, radio juga menjadi media yang efektif untuk memperkenalkan produk, layanan, maupun program kepada masyarakat,” jelasnya.
Melalui kebersamaan ini, para pelaku industri radio di Malang Raya berharap dapat menghadirkan berbagai program kolaboratif baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang, sehingga radio kembali dikenal, didengarkan, dan menjadi pilihan masyarakat serta pengiklan.
Pertemuan yang dihadiri perwakilan radio, antara lain Andri Dwi W dari RRI Malang, Yossi dari MFM Radio, Wina dari Kosmonita, Zulkifli DM dari RDI, Lilis dari Kalimaya, Tia dari MAS FM, Oneng dari S Radio, Eko dari City Guide, Tami dari Elfara, Jilly dari Tidar Sakti serta Isak dari KDS8.
Momentum silaturahmi ini diharapkan menjadi awal dari gerakan bersama untuk menghidupkan kembali industri radio di Malang Raya melalui kolaborasi, inovasi program, serta pendekatan edukatif kepada masyarakat agar menjadi ruang dengar yang terpercaya dan berdampak bagi semua kalangan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....