Tips Bijak Menggunakan THR Lebaran
- 09 Mar 2026 12:36 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang – Tunjangan Hari Raya sering kali menjadi sumber kebahagiaan tambahan menjelang Idulfitri, namun tanpa pengelolaan yang cermat, dana tersebut dapat habis tanpa jejak yang jelas. Ekonom Universitas Brawijaya, Rudi Santoso, mengingatkan bahwa euforia belanja menjelang Lebaran kerap membuat masyarakat lupa menyusun perencanaan keuangan yang rasional dan terukur. “Buat daftar kebutuhan sebelum menerima THR agar pengeluaran lebih terkendali dan tidak didominasi keinginan sesaat,” katanya, Senin (9/3/2026)
Menurut Rudi, pembagian dana THR idealnya dilakukan dengan prinsip keseimbangan, yakni mengalokasikan sebagian untuk kewajiban seperti zakat dan sedekah, sebagian untuk kebutuhan hari raya, sebagian untuk tabungan, serta jika memungkinkan untuk melunasi cicilan atau utang berbunga tinggi. Dengan pembagian yang proporsional, kondisi keuangan pasca-Lebaran tidak akan terlalu terbebani. “Disiplin terhadap rencana awal jauh lebih penting daripada mengikuti tren konsumsi sesaat,” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa makna Lebaran tidak harus diwujudkan dalam bentuk kemewahan atau pengeluaran berlebihan, karena esensi hari raya adalah kebersamaan dan silaturahmi. Banyak keluarga yang terjebak pada tekanan sosial untuk tampil serba baru, padahal kemampuan finansial berbeda-beda. “Sesuaikan pengeluaran dengan kondisi keuangan masing-masing agar tidak menyesal setelahnya,” ungkapnya.
Selain itu, Rudi menyarankan agar masyarakat memanfaatkan promo dengan bijak, bukan impulsif. Diskon besar tidak selalu berarti hemat jika barang tersebut sebenarnya tidak dibutuhkan. Evaluasi ulang setiap rencana belanja sebelum transaksi dilakukan.
“Gunakan THR secara strategis agar setelah Lebaran berlalu, kondisi keuangan tetap stabil dan tidak terganggu oleh pengeluaran yang kurang terencana,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....