Menyambut Malam Lailatur Qadar di Penghujung Ramadan

  • 09 Mar 2026 06:31 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Memasuki sepuluh hari terakhir bulan Ramadan, umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan kualitas ibadah. Pada fase inilah tersimpan satu malam yang sangat istimewa, yaitu Lailatul Qadar, malam yang dalam Al-Qur’an disebut lebih baik dari seribu bulan. Kesempatan ini menjadi momentum bagi umat Muslim untuk memperbanyak doa, zikir, membaca Al-Qur’an, serta berbagai amal kebajikan lainnya. Malam penuh kemuliaan ini diyakini turun pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadan, sehingga banyak umat Islam berusaha menghidupkan malam-malam tersebut dengan ibadah yang lebih khusyuk.

Ustadzah Hj. Dewi Latifah dalam Mutiara Pagi pada Senin (9/3/2026), menjelaskan bahwa pembagian fase Ramadan juga menunjukkan betapa besarnya kasih sayang Allah kepada umat manusia. Sepuluh hari pertama merupakan masa turunnya rahmat, sepuluh hari kedua adalah waktu diampuninya dosa-dosa, dan sepuluh hari terakhir menjadi fase pembebasan dari siksa api neraka. “Allah memberi kesempatan luar biasa kepada umat Nabi Muhammad. Meskipun usia manusia tidak sepanjang umat terdahulu, Allah menghadiahkan Lailatul Qadar agar pahala ibadah kita bisa berlipat ganda,” ujar Ustadzah Dewi Latifah.

Menurutnya, keistimewaan Lailatul Qadar membuat umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah pada malam-malam ganjil, seperti malam ke-21, 23, 25, 27, dan 29 Ramadan. Pada malam tersebut, suasana biasanya terasa tenang dan penuh kedamaian. “Malam Lailatul Qadar digambarkan sebagai malam yang cerah, tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin, serta penuh ketenangan. Pada paginya, matahari terbit dengan cahaya yang lembut, tidak menyilaukan,” jelasnya. Karena itu, ia mengajak umat Muslim untuk memaksimalkan kesempatan dengan memperbanyak salat sunnah, membaca Al-Qur’an, berzikir, dan bersedekah.

Lebih lanjut, Ustadzah Dewi Latifah juga mengingatkan doa yang diajarkan Rasulullah SAW ketika seorang sahabat, Aisyah RA, bertanya tentang amalan yang dibaca jika menjumpai malam Lailatul Qadar. “Rasulullah mengajarkan doa yang sangat sederhana tetapi penuh makna: Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni, yang artinya ‘Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan Engkau menyukai memberi maaf, maka maafkanlah aku’,” tuturnya. Ia berharap umat Islam tidak menyia-nyiakan kesempatan di penghujung Ramadan, karena malam Lailatul Qadar merupakan anugerah besar dari Allah bagi hamba-Nya yang sungguh-sungguh beribadah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....