Perempuan Berpendidikan, Kunci Perubahan Generasi Bangsa

  • 07 Mar 2026 13:29 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID - Malang, Mahasiswi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Universitas Al-Qolam, Risa Faiqul Ummah, menyoroti pentingnya pendidikan bagi perempuan dalam ajang Best Speech 2025. Dalam pidatonya, ia mengangkat realita masih rendahnya jumlah perempuan yang melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, terutama di wilayah pedesaan. Risa menilai, masih kuatnya stigma bahwa perempuan hanya berperan di dapur menjadi salah satu penghambat perempuan untuk mengakses pendidikan secara lebih luas.

Risa menjelaskan bahwa isu tersebut ia angkat karena melihat langsung kondisi di lapangan. Ia kerap turun ke desa-desa di Kabupaten Malang melalui kegiatan organisasi dan mengisi berbagai materi pemberdayaan masyarakat. Dari pengalamannya tersebut, ia menemukan masih banyak pandangan yang menganggap pendidikan tinggi bagi perempuan tidak terlalu penting. “Ketika saya turun ke desa-desa di Kabupaten Malang, sering sekali mendengar pertanyaan, ‘ngapain perempuan sekolah tinggi?’ Padahal pendidikan itu penting untuk masa depan keluarga dan generasi,” ujar Risa.

Menurutnya, dalam konteks keagamaan justru perempuan memiliki peran besar dalam pendidikan. Ia menekankan bahwa ibu merupakan madrasah pertama bagi anak-anaknya. Karena itu, perempuan membutuhkan bekal ilmu yang cukup agar dapat mendidik generasi berikutnya dengan baik. “Sering kali perempuan diminta membatasi diri, padahal dalam Islam perempuan juga punya hak untuk menuntut ilmu. Bahkan pendidikan pertama bagi anak berasal dari ibu atau ummah,” jelasnya.

Risa juga menyebut, realita sosial menunjukkan masih adanya kesenjangan kesempatan pendidikan antara laki-laki dan perempuan di sejumlah wilayah. Ia menilai stigma yang sudah lama mengakar perlu diluruskan melalui edukasi dan perubahan cara pandang masyarakat. Baginya, perempuan yang berpendidikan bukan berarti meninggalkan perannya dalam keluarga, tetapi justru memperkuat kualitas generasi yang akan datang.

Melalui pidatonya, Risa berharap semakin banyak perempuan yang berani melanjutkan pendidikan dan memberikan dampak bagi lingkungan sekitarnya. Ia ingin menjadi bagian dari perubahan tersebut dengan terus menyuarakan pentingnya pendidikan bagi perempuan. “Harapan saya sederhana, ingin menjadi orang yang bermanfaat dan berdampak. Karena sampai sekarang masih banyak perempuan yang belum mendapatkan hak yang sama dalam pendidikan,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....