Hari Perempuan Internasional dan Gerakan Literasi Anak
- 06 Mar 2026 07:16 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Peringatan Hari Perempuan Internasional setiap 8 Maret menjadi momentum untuk menyoroti berbagai peran penting perempuan dalam kehidupan sosial, termasuk dalam mendorong tumbuhnya budaya literasi. Perempuan tidak hanya berperan sebagai pendamping anak dalam belajar membaca, tetapi juga semakin aktif menjadi penggerak gerakan literasi di masyarakat. Dari rumah, taman baca, hingga komunitas literasi, perempuan kerap menjadi sosok yang menghadirkan akses bacaan sekaligus menumbuhkan minat membaca pada generasi muda.
Blogger sekaligus salah satu penggagas Komunitas Payung Literasi Malang, Lintang Gumilang, menilai perempuan memiliki kedekatan emosional dengan anak yang menjadi kekuatan besar dalam menumbuhkan budaya membaca. Menurutnya, kebiasaan literasi sering kali berawal dari rumah melalui kegiatan sederhana seperti membacakan cerita sebelum tidur. “Perempuan, khususnya ibu, punya posisi yang sangat strategis dalam memperkenalkan buku kepada anak. Dari kegiatan kecil seperti membacakan cerita, anak belajar mencintai buku, dan dari situ lahir rasa ingin tahu yang besar,” ujarnya pada Selasa (3/3/2026). Ia menambahkan, gerakan literasi tidak harus dimulai dari hal besar, tetapi dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten di lingkungan keluarga.
Sementara itu, Anis Husnul Hotimatul Fadilah, seorang wirausaha yang bergerak di bidang literasi, menuturkan bahwa literasi tidak berhenti pada aktivitas membaca saja, tetapi juga bisa berkembang menjadi proses kreatif menulis dan menciptakan buku anak. Melalui komunitas Payung Literasi Malang, ia dan para anggota lain berupaya memberikan ruang belajar bagi perempuan yang ingin menuangkan ide cerita menjadi karya nyata. “Kami ingin menunjukkan bahwa siapa pun bisa menulis buku anak, termasuk para ibu. Banyak cerita sederhana dari kehidupan sehari-hari yang sebenarnya sangat dekat dengan dunia anak dan bisa dijadikan bahan cerita,” jelasnya.
Baik Lintang maupun Anis sepakat bahwa gerakan literasi yang digerakkan perempuan dapat memberi dampak luas bagi masyarakat. Selain menumbuhkan minat baca anak, kegiatan literasi juga membuka peluang kreativitas dan pemberdayaan perempuan. Dengan semakin banyak perempuan yang terlibat dalam gerakan membaca hingga menulis buku anak, diharapkan akses literasi bagi generasi muda semakin terbuka. Upaya ini sekaligus menjadi langkah kecil namun bermakna dalam membangun generasi yang lebih gemar membaca, berpikir kritis, dan mencintai dunia pengetahuan sejak usia dini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....