Lima Golongan yang Hangus Pahala Puasanya
- 04 Mar 2026 17:45 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Dalam program dialog islami Cahyaning Ati di Pro4 RRI Malang pada Rabu, (4/3/2026), Ustaz Abdul Aziz, S.Ag mengangkat tema “Lima Golongan yang Hangus Pahala Puasanya.” Abdul Aziz mengingatkan bahwa Ramadan adalah momentum terbaik untuk top up amal kebaikan karena merupakan bulan penuh ampunan dan keberkahan. Namun, tidak semua orang mampu memanfaatkan kesempatan emas ini dengan maksimal. Jika tidak berhati-hati, pahala puasa yang seharusnya dilipatgandakan justru bisa berkurang bahkan hangus.
Menurutnya dalam perspektif fikih dan tasawuf, puasa memiliki tingkatan: syariat, tarekat, hakikat, dan makrifat. Secara syariat, puasa adalah menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Pada tataran tarekat, puasa dijalankan dengan kesungguhan dan kesadaran sebagai bentuk penghambaan. Sementara hakikat puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjaga diri dari segala perbuatan dosa. Adapun makrifat adalah puncaknya, yakni ketika puasa mampu mengembalikan manusia pada fitrahnya—menjadi pribadi yang lebih baik dan bertakwa setelah Ramadan usai.
| Baca juga: Ramadan Momentum Top Up Pahala |
Dalam pemaparannya, ia menyebutkan lima golongan yang terancam hangus pahala puasanya. Pertama, orang yang gemar berbohong. Rasulullah SAW mengingatkan bahwa kebohongan dapat menghapus nilai ibadah seseorang. Meski secara hukum puasanya sah, namun pahala yang seharusnya diperoleh bisa hilang atau berkurang. Puasa seharusnya menjadi benteng dan rem dari perbuatan dosa, bukan sekadar rutinitas menahan lapar.
Golongan kedua adalah mereka yang suka menggunjing atau ghibah. Dalam ajaran Islam, menggunjing diibaratkan seperti memakan bangkai saudaranya sendiri. Perilaku ini sangat merusak nilai ibadah puasa. Ketiga, orang yang mudah marah dan berkata kasar. Ustaz Abdul Aziz mengingatkan bahwa emosi yang tidak terkendali dan ucapan yang menyakiti orang lain dapat menggerus pahala puasa yang telah dijalani seharian penuh.
| Baca juga: Hari Kedua saat Langit Membuka Pintu Ampunan |
Golongan keempat adalah mereka yang tidak menjaga pandangan dan pendengaran, seperti gemar menonton atau mendengar hal-hal yang tidak baik dan tidak bermanfaat. Sedangkan golongan kelima adalah orang yang riya’ atau gemar memamerkan ibadahnya. Padahal puasa merupakan ibadah yang sangat rahasia antara hamba dan Allah. Dalam hadis qudsi disebutkan bahwa puasa adalah untuk Allah dan Allah sendiri yang akan membalasnya.
Di akhir tausiyahnya, Ustaz Abdul Aziz mengingatkan bahwa betapa banyak orang yang berpuasa namun hanya mendapatkan lapar dan haus semata. Karena itu, beliau mengajak umat Islam agar menjalankan puasa dengan penuh iman dan ihtisab, yakni mengharap ridha dan pahala dari Allah semata. Ramadan hendaknya menjadi sarana perbaikan diri, sehingga setelahnya kita kembali pada fitrah sebagai pribadi yang lebih bersih, lebih sabar, dan lebih bertakwa.(Mey)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....