Jejak Dusun Keramat Blandit, Singosari Malang

  • 04 Mar 2026 17:09 WIB
  •  Malang

RRI. CO. ID, Malang - Program MLIJO di RRI Malang Pro 4 kali ini menghadirkan sejarawan Suwardono yang akrab disapa Mbah Darmo sebagai narasumber. Dalam dialog tersebut, Mbah Darmo mengulas jejak sejarah Dusun Blandit, Desa Wonorejo, Kecamatan Singosari, yang memiliki keterkaitan erat dengan Prasasti Muncang. Paparan ini membuka wawasan pendengar tentang pentingnya kawasan Blandit sebagai pusat aktivitas keagamaan sejak abad ke-10.

Menurut Mbah Darmo, pada masa Jawa Kuno Dusun Blandit dikenal dengan nama Walandit. Nama ini tercatat dalam sejumlah prasasti kuno seperti Prasasti Gulung-Gulung (851 Śaka/929 M) dan Prasasti Jeru-Jeru (852 Śaka/930 M).

"Dalam prasasti tersebut disebutkan adanya pemimpin keagamaan bernama Sang Siwaresi, seorang Dewata Kaki yang memimpin aktivitas spiritual di Walandit. Bahkan Prasasti Linggasuntan tahun 851 Śaka menyebut Walandit sebagai tempat pemujaan bagi Bhatara, menandakan kawasan ini telah menjadi pusat religius penting sejak masa itu," ulas Mbah Darmo, Rabu (4/3/2026).

Eksistensi Walandit sebagai desa keagamaan juga ditegaskan pada masa Majapahit. Prasasti Himad-Walandit menyebut kawasan tersebut sebagai sang hyang dharma kabuyutan, yakni tempat suci yang dimuliakan.

Sementara dalam Prasasti Walandit tahun 1327 Śaka (1405 M), desa ini dibebaskan dari pungutan pajak karena kebaktiannya kepada Sang Hyang Gunung Brahma atau Gunung Bromo. Status sebagai desa keramat menunjukkan kesinambungan tradisi spiritual Walandit selama berabad-abad.

Keterkaitan Walandit dengan Prasasti Muncang semakin memperkuat bukti sejarah tersebut. Prasasti yang bertanggal 6 suklapaksa bulan Caitra tahun 866 Śaka (3 Maret 944 M) ini berisi perintah Raja Sindok untuk menetapkan tanah sima pertanian demi keberlangsungan bangunan suci bernama Prasada Kabhaktyan i Siddhayoga di Walandit.

"Bangunan suci itu digunakan para pendeta untuk mempersembahkan sesaji harian kepada Bhatara, serta pemujaan berkala kepada Sanghyang Swayambhuwa yang dikaitkan dengan Gunung Brahma," kata Mbah Darmo.

Saat ini, Prasasti Muncang disimpan di Museum Mpu Purwa. Namun, berdasarkan catatan sejarah dan temuan arkeologis di wilayah Blandit Wetan, seperti fragmen batu candi, bata merah tebal, arca singa stamba, pipisan batu, pecahan porselin, tembikar, hingga mata uang kuno, sangat dimungkinkan prasasti tersebut berasal dari kawasan Blandit.

"Informasi turun-temurun masyarakat juga menyebutkan bahwa batu prasasti itu dahulu berada di sekitar punden makam Buyut Bor," tuturnya.

Melalui dialog ini, Mbah Darmo menegaskan bahwa Dusun Blandit bukan sekadar kawasan permukiman biasa, melainkan memiliki warisan sejarah panjang sebagai pusat spiritual dan keagamaan sejak abad ke-10 hingga masa Majapahit. Temuan prasasti dan peninggalan arkeologis menjadi bukti kuat bahwa Walandit atau Blandit memiliki posisi penting dalam peta sejarah peradaban Jawa Timur, khususnya di wilayah Malang Raya. (Mey)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....