Ustazah Rukmini: Setan Dibelenggu saat Ramadhan, Jangan Kita Malah Membukanya

  • 04 Mar 2026 17:01 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Momentum Ramadhan seharusnya menjadi waktu terbaik untuk meningkatkan ketakwaan. Namun demikian, umat Islam diingatkan agar tidak lengah, meskipun dalam sebuah hadis disebutkan bahwa setan-setan dibelenggu pada bulan suci ini.

Namun meski setan dibelenggu, manusia kerap justru “membuka ikatan” tersebut melalui kelalaian dan hawa nafsu sendiri. Hal ini dibahas Ustazah Rukmini Amar dalam acara Mutiara Pagi Pro 1 RRI Malang.

“Setan memang dibelenggu saat Ramadhan. Tapi kadang kita sendiri yang membuka celah itu. Kita yang memberi ruang, sehingga godaan tetap masuk,” ujarnya pada Rabu (4/3/2026).

Ustazah Rukmini menjelaskan, dalam Al-Qur’an Allah secara langsung menyebut adanya golongan setan atau hizbusy syaithan (partai setan). Istilah tersebut ada dalam Surat Al-Qur'an, tepatnya QS. Al-Mujadilah ayat 19, yang menyebutkan bahwa golongan setan adalah golongan yang merugi.

"Bukan bikinan manusia itu sebutan " Partai setan", sudah ada dalam Quran, dan ayat tersebut menjelaskan bahwa setan menguasai manusia hingga membuat mereka lupa mengingat Allah. Mereka itulah yang termasuk golongan setan dan akan mengalami kerugian," jelas Ustazah.

Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa setan memiliki dua strategi utama dalam menyesatkan manusia. Mereka berusaha untuk menyesatkan dan menakut-nakuti.

"Pertama, setan berusaha mencampuradukkan kebenaran. Allah telah menurunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk, namun setan berupaya memutarbalikkan pemahaman manusia agar tersesat. Salah satu caranya melalui bisikan, sebagaimana disebut dalam Surat An-Nas, tentang godaan setan yang membisikkan ke dalam dada manusia," jelasnya.

Kedua lanjutnya, membuat manusia lupa. Ustazah Rukmini menegaskan bahwa lupa dalam hal duniawi adalah manusiawi, seperti lupa menaruh barang. Namun yang berbahaya adalah lupa terhadap rambu-rambu Allah dan lupa kepada-Nya. Kondisi ini selaras dengan peringatan dalam QS. Al-Mujadilah ayat 19, bahwa setan menjadikan manusia lupa mengingat Allah.

Ia juga mengingatkan tentang peringatan dalam QS. Al-An’am ayat 68, yang memerintahkan agar meninggalkan majelis orang-orang yang memperolok ayat-ayat Allah, serta tidak duduk bersama mereka kecuali jika mampu mengubah keadaan menjadi lebih baik.

“Kalau tidak bisa menjadi subjek yang mengubah, maka jangan jadi objek yang terbawa arus,” tegasnya.

Strategi berikutnya adalah memperdaya manusia melalui angan-angan kosong. Hal ini dijelaskan dalam QS. An-Nisa ayat 120, yang menyebutkan bahwa setan hanya menjanjikan angan-angan dan tidak menjanjikan apa pun selain tipu daya.

Setan memperindah perbuatan maksiat sehingga tampak baik di mata manusia. Hal ini ditegaskan dalam QS. Al-Hijr ayat 39–40, ketika Iblis berkata bahwa ia akan menjadikan manusia memandang baik perbuatan sesat, kecuali hamba-hamba Allah yang ikhlas.

“Setan tidak pernah benar-benar memberi apa pun selain tipuan. Maksiat dibuat terlihat wajar, bahkan indah. Maka yang selamat hanyalah mereka yang ikhlas dan menjaga hatinya,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....