Bedah Buku Puasa Bicara Disorot Kritis
- 26 Feb 2026 14:11 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang- Kegiatan bedah buku Puasa Bicara yang digelar di Radio Republik Indonesia Malang menghadirkan diskusi yang hangat dan konstruktif. Buku karya Mashudi Abu Haidar, LC, ini dibedah oleh Panjilmo Putro, S.Pd., M.Si, dengan menyoroti kekuatan pesan sekaligus sejumlah catatan perbaikan. Forum tersebut tidak hanya membahas isi, tetapi juga aspek teknis penerbitan buku.
Dalam paparannya, Panjilmo menilai judul Puasa Bicara memiliki daya tarik yang kuat dan sarat makna. “Kelebihan judulnya Puasa Bicara itu unik, maksudnya amalan di akhirat bisa berbicara,” katanya kepada RRI, Rabu (25/2/2026). Menurutnya, pemilihan judul tersebut relevan dengan isi buku yang menekankan bahwa setiap amal manusia kelak akan menjadi saksi di hari akhir.
Ia juga mengapresiasi konsep buku yang ringkas dan praktis. “Bentuknya kecil, model saku, mudah dibawa untuk pengajian,” jelasnya. Konsep ini dinilai memudahkan pembaca memahami materi kajian yang sebelumnya lebih panjang, sehingga lebih aplikatif bagi masyarakat umum.
Meski demikian, Panjilmo memberikan sejumlah masukan untuk penyempurnaan ke depan. Ia menyebut buku tersebut belum mencantumkan ISBN, referensi literatur, maupun profil penulis secara lengkap. “Jika mengutip hadis tidak disebutkan riwayat siapa, ini penting untuk penguatan sumber,” ungkapnya. Ia juga menyoroti ukuran huruf yang dinilai terlalu kecil sehingga kurang nyaman dibaca.
Terlepas dari itu, Panjilmo menegaskan bahwa pesan spiritual buku ini sangat kuat. Ia menilai dampak yang ingin disampaikan jelas, yakni membangun kesadaran bahwa manusia selalu berada dalam pengawasan Allah dan setiap amal akan dimintai pertanggungjawaban. “Pesan moralnya kuat dan relevan, hanya perlu penyempurnaan teknis agar lebih lengkap,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....