Kita Indonesia, Kita Bhineka: Menjaga Toleransi di Era Digital

  • 24 Feb 2026 03:44 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Media sosial hari ini sering menjadi ruang adu komentar yang panas, penuh sindiran dan ujaran kebencian. Kondisi ini menunjukkan bahwa rasa kebersamaan dan semangat Bhineka Tunggal Ika perlahan mulai memudar.

Padahal sejak dulu Indonesia memiliki perbedaan suku, agama, dan budaya yang begitu beragam. Nilai itu juga ditegaskan dalam Pancasila yang mengajarkan persatuan dan saling menghormati.

Tantangan terbesar generasi muda saat ini adalah kurangnya kebiasaan berdiskusi dan bermusyawarah. “Anak-anak sekarang harus lebih bijak menyaring informasi dan jangan langsung menelan mentah-mentah apa yang ada di media sosial,” ujar Ibu Debby Halida Yuniar, Guru PKn SMK Penerbangan Angkasa Malang, Selasa (24/2/2026).

Menurutnya, semangat kebinekaan tetap relevan jika ditanamkan melalui kebiasaan sederhana seperti saling menghargai pendapat dan aktif bertanya.

“Diskusi itu penting, karena dari musyawarah kita belajar memahami orang lain, bukan hanya ingin dimengerti,” tambahnya.

Nilai toleransi perlu ditanamkan sejak dini lewat keluarga dan sekolah agar tidak mudah tergerus zaman. Jika generasi muda dibiasakan berpikir kritis dan mengutamakan persatuan, Indonesia akan tetap kuat dalam keberagamannya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....