Urung-urung Sungai Metro dan Dugaan Lokasi Bangunan Suci Wurandungan

  • 21 Feb 2026 16:09 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Keberadaan fenomena alam ‘urung-urung’ di aliran Sungai Metro menyimpan keterkaitan erat dengan sejarah desa kuno Wurandungan. Urung-urung merupakan bagian sungai yang alirannya masuk ke dalam tanah dan muncul kembali sekitar 175 meter ke arah selatan.

"Fenomena ini diduga menjadi latar belakang penamaan Wurandungan yang dalam bahasa Jawa Kuno bermakna kebingungan atau keheranan," Ungkap Suwardono pada RRI pada Sabtu (21/2/2026).

Ia menjelaskan, di sekitar kawasan urung-urung tersebut, tepatnya di sebelah barat Sungai Metro, terdapat Situs Balekambang yang kini hanya menyisakan bata merah tebal di permukaan tanah. Berdasarkan bukti lapangan dan keterangan dalam Prasasti Wurandungan I, lokasi ini diduga merupakan tempat berdirinya bangunan suci Sang Hyang Dharmma Kahyangan yang disebut dalam prasasti tersebut.

"Wilayah di barat Sungai Metro pada masa lalu dikenal sebagai “sawahe wong Kelandungan”, atau sawah milik masyarakat Kelandungan," kata Suwardono.

Menurutnya, penyebutan ini menunjukkan kesinambungan sejarah antara Wurandungan, Pelandungan, Kelandungan, hingga Landungsari yang dikenal saat ini. Pergeseran nama dan lokasi desa ke arah barat sungai diperkirakan dipengaruhi oleh kondisi geografis dan dinamika lingkungan.

Namun demikian, keberadaan urung-urung kini semakin menyusut. Panjang yang tersisa hanya sekitar 15 meter, sementara area sekitarnya telah berkembang menjadi kawasan permukiman.

"Pemerintah Kota Malang telah memasang papan peringatan untuk melarang pendirian bangunan di atas jalur urung-urung, guna mengantisipasi risiko longsor dan kerusakan lingkungan," katanya.

Para pemerhati sejarah menilai bahwa kawasan urung-urung dan Situs Balekambang merupakan bagian penting dari warisan sejarah Malang yang perlu mendapatkan perhatian lebih. Selain sebagai fenomena alam unik, kawasan ini juga menyimpan jejak sejarah panjang yang berkaitan dengan perkembangan permukiman kuno di wilayah Tlogomas dan Landungsari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....