Alam Jabung Manjakan Peserta JWM Explore Coban Jahe
- 10 Feb 2026 08:35 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - 10 hari jelang Ramadan tahun ini terasa spesial buat anggota komunitas lari Jogging Wisata Malang (JWM). Hampir dua pekan mendekati bulan puasa itu JWM sukses menghelat Closingan Sebelum Ramadan.
Even jalan santai sejauh 5 Kilometer (Km) maupun lari santai hampir 8 Km berupa Explore Coban Jahe dan sekitarnya berlangsung meriah pada Minggu (8/2/2026) pagi.
Lebih dari 200 peserta mulai pukul 05.30 WIB berkumpul di Wana Wisata Coban Jahe, Dusun Begawan, Desa Pandansari Lor, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang.
Rutenya dari anak tangga air terjun persis di depan Coban Jahe melewati gerbang depan Indian Camp (Campground & Spot River Tubing), Kopi Keceh, dan Coban Tarzan.
Terus menuju jembatan bambu barat Taman Makam Pahlawan Kali Jahe dan Telaga Sari Garden. Medan naik turun (rolling) bervariasi.
Mulai jalan tanah, sebagian beton cor, jembatan bambu, pematang sawah dan plengsengan irigasi di daerah Bayang Tegir. Selanjutnya jalan makadam dan paving blok yang disusun untuk jalan motor petani setempat.
Selain hutan pinus, kebun singkong, dan deretan pohon durian yang sebagian mulai berbuah, peserta dimanjakan pemandangan pegunungan yang mengepung Malang Raya.
Mulai lereng Bromo dan Semeru di timur, Gunung Arjuno di barat laut, dan Gunung Kawi di sisi barat. Rute 5K dan hampir 8K sama-sama sampai pos minum water station Km 2,3.
Setelah itu terpisah di tikungan Bengkel Deso selatan Dusun Tegir. Yang 5K ke kiri arah TK Muslimat Bani Ro'uf Dusun Begawan.
Sedangkan yang 7K lebih belok kanan melewati perkampungan Dusun Tegir menuju hutan Klengkeng (BOD Klengkeng). Dari ratusan peserta berbagai usia, mayoritas memilih kategori 7 Km lebih.
Mereka tertantang melewati elevasi dengan selisih (elevation gain) mencapai 270-an meter. Barisan puluhan pohon klengkeng tua tampak rimbun ini menjadi spot foto menarik.
Atmosfir suasana BOD Klengkeng mirip destinasi hutan ikonik De Djawatan di Banyuwangi. Yakni, wisata hutan lindung di Desa Benculuk, Kecamatan Cluring.
Berupa ratusan pohon trembesi raksasa dan berlumut. Suasana magis mirip Hutan Fangorn di film Lord of the Rings.
''Benar, seperti De Djawatan,'' komentar peserta Rizqi Abror. ''De Djawatan versi lokal,'' sambung peserta perempuan Tria Permata.
Lantaran dipenuhi tumbuhan epifit seperti benalu/paku-pakuan, membuat kesan kuno dan menawan. Netizen acapkali menyebut Hutan Lord of the Rings-nya Indonesia.
"Agak seram kalau sendirian," ujar fotografer M. Azmy Mousavi yang mengabadikan peserta Explore Coban Jahe di BOD Klengkeng.
Tantangan elevasi masih berlanjut. Mendekati Km 4 merupakan puncak tertinggi rute hampir 8K. Berkisar 800 meter di atas permukaan laut dengan grade -7,4 persen.
Kemudian, nyali peserta diuji berupa turunan bukit (down hill) hampir 2 km yang curam. Jalanan paving maupun tanah terasa licin lantaran basah setelah semalamnya diguyur hujan.
Setelah itu rute melewati Pawon Pertapaan Indrokilo Pondok Alam Kasunyatan Paseban Abdi Lembah Manah.
Terus tembus dam irigasi mendekati Km 6 di jembatan bambu, peserta 5K dan 8K bertemu mengarah ke garis finis di Wana Wisata Coban Jahe kembali.
Suksesnya JWM Explore kedua 2026 bertajuk Closing Before Ramadan di Coban Jahe Jabung, setelah Explore Pembuka 2026 di BoonPring Turen, berkat support dari banyak pihak.
Mulai Perum Perhutani KPH Malang beserta jajarannya. Antara lain, KSKPH Malang Timur, KSKPH Malang Barat, Asisten Perhutani/KBKPH Tumpang, dan Mitra Kelola Wisata Coban Jahe CV Cahaya Pratama.
Juga dari jajaran Forkopimcam beserta Puskesmas Jabung yang mendukung unit ambulans dengan krunya sampai pihak Pemerintahan Desa Pandansari Lor, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang.
Mencapai air terjun setinggi 45 meter itu terasa istimewa. Untuk menuju ke pusat Coban Jahe, pengunjung cukup menempuh tidak lebih dari 100 meter dari parkiran.
Relatif dekat bila dibanding menuju coban-coban lainnya. Sebagaimana RRI Malang kutip dari papan informasi di seberang Kampung Pohon menuju Coban Jahe, terselip fun fact, "Tahukah kamu? Ternyata Coban Jahe itu bukan berarti ada jahe loh."
Lalu kenapa dinamakan jahe? Pada masa pasca proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, kawasan hutan di sekitar Dusun Begawan Abiyoso, menjadi saksi gugurnya 38 pejuang.
Para pahlawan ini dari Laskar Rakyat dan anggota TNI yang disergap dan dibantai pasukan Belanda dalam operasi penyisiran. Kemudian, jasad mereka dibuang di sekitar air terjun.
Oleh warga setempat, jenazah pejuang ini dimakamkan secara massal di lahan kosong selatan belokan jalan berkisar 400 meter dari air terjun.
Peristiwa dramatis sekaligus heroik tersebut membuat air terjun tersebut dikenal sebagai Coban Pejahe yang berarti tempat orang meninggal. Yang kemudian berubah pelafalannya menjadi Coban Jahe.
Dan kini, menjadi pengingat sejarah sekaligus objek wisata alam yang mengandung unsur pengorbanan dan patriotisme bagi generasi muda penerus bangsa. (Nana)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....