Kearifan Ruwah Ingatkan Waspada Perubahan Musim

  • 07 Feb 2026 11:16 WIB
  •  Malang

RRI. CO. ID, Malang- Penanggalan Jawa yang menempatkan Jumat Wage pada bulan Ruwah kembali dimaknai sebagai pengingat kewaspadaan terhadap perubahan musim dan dinamika alam. Nilai-nilai tradisi ini masih dianggap relevan, terutama di wilayah rawan bencana seperti Malang Raya dan Kota Batu.

Penggiat budaya Jawa, Siswanto Galuh Aji dari Sanggar Budaya Sangguran, menjelaskan bahwa pesan-pesan dalam primbon Jawa kerap disalahartikan sebagai ramalan. Padahal, ajaran tersebut lebih menekankan kesiapsiagaan dan keselarasan manusia dengan alam.

Ungkapan tentang hujan dan angin dalam bulan Ruwah, menurutnya, dapat dipahami sebagai simbol transisi musim yang berpotensi memicu cuaca ekstrem. Karena itu, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan banjir, angin kencang, maupun tanah longsor.

Selain aspek alam, ajaran Ruwah juga mengandung pesan sosial. Perubahan musim sering kali diikuti tekanan ekonomi dan sosial, sehingga masyarakat diajak untuk memperkuat solidaritas dan kesiapan bersama menghadapi situasi sulit.

“Tradisi ini mengajarkan kita agar lebih peka terhadap tanda-tanda alam dan kondisi sosial. Bukan untuk menakut-nakuti, tetapi sebagai bekal agar lebih siap dan bijaksana,” ujarnya kepada RRI, Jumat (6/2/2026).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....