Jumat Wage Ruwah Dimaknai Waktu Introspeksi
- 07 Feb 2026 11:11 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang- Dalam penanggalan Jawa, Jumat Wage di bulan Ruwah tahun ini bertepatan dengan momentum Lingsir Dalu yang kerap dimaknai sebagai waktu penuh makna simbolis. Kombinasi hari, pasaran, dan bulan tersebut dipandang sebagai pengingat untuk meningkatkan kewaspadaan sekaligus perenungan diri.
Penggiat budaya Jawa Siswanto Galuh Aji atau Cak Penthol dari Sanggar Budaya Sangguran menjelaskan, bulan Ruwah secara filosofis dimaknai sebagai masa datangnya sesuatu. Dalam primbon Jawa, Ruwah sering dikaitkan dengan tanda-tanda perubahan alam dan dinamika kehidupan manusia.
Menurutnya, ungkapan dalam primbon tentang banyaknya hujan, angin, dan kesusahan manusia bukan dimaksudkan sebagai ramalan harfiah. Pesan tersebut lebih bersifat simbolis dan mengandung peringatan agar manusia bersiap menghadapi perubahan musim dan tantangan sosial.
Ia menambahkan, filosofi Jumat Wage juga mengajarkan keseimbangan antara hati nurani dan nafsu. Keseimbangan tersebut menjadi kunci keselamatan hidup, baik secara pribadi maupun sosial.
“Makna utamanya adalah ajakan untuk mawas diri, menjaga harmoni dengan alam, dan menata batin agar tetap selaras dalam menghadapi ujian kehidupan,” pungkasnya kepada RRI, Jumat (6/2/2026).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....