Alquran Sebagai Basis Analisis Fenomena Sosial
- 04 Feb 2026 17:32 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang- Dr. Arifin, M.Si. menegaskan bahwa Al-Qur’an harus menjadi basis utama dalam menganalisis fenomena sosial dan kebudayaan. Hal tersebut ia sampaikan dalam bedah buku Pengantar Studi Islamisasi Sosiologi di Studio 1 RRI Malang, Selasa (3/2/2026). Menurutnya, ilmu sosiologi modern sering kali terjebak pada pendekatan positivistik yang mengabaikan dimensi spiritual manusia.
Ia menjelaskan bahwa sosiologi dalam perspektif Islam tidak menolak modernisasi, tetapi mengarahkan modernisasi agar selaras dengan nilai ilahiah. “Al-Qur’an menjelaskan segala sesuatu dan menjadi petunjuk bagi manusia, termasuk dalam memahami perubahan sosial,” katanya. Dengan pendekatan tersebut, ilmu sosial tidak hanya menjelaskan sebab-akibat, tetapi juga tujuan dan makna.
Dr. Arifin menekankan bahwa pengetahuan sejati lahir dari keterpaduan akal dan hati. “Apa yang kamu ketahui dari hatimu akan dimintai pertanggungjawaban,” ungkapnya mengutip makna Al-Qur’an surat Al-A’raf. Ia menilai bahwa kesadaran ini penting agar ilmuwan sosial tidak bersikap netral secara moral terhadap ketidakadilan dan krisis kemanusiaan.
Buku yang telah ia tulis, salah satu dari total 11 karya yang dihasilkannya, dirancang untuk memperkuat kesadaran tersebut. Dengan ketebalan 726 halaman, buku ini membahas fenomena sosial, relasi manusia, kelompok, dan struktur masyarakat melalui pendekatan wahyu. “Tanpa sentuhan religi, ilmu akan kering dan kehilangan daya transformasinya,” jelasnya.
Mengakhiri paparannya, Dr. Arifin menyatakan bahwa kehadiran versi ebook membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat. “Ilmu harus mudah dijangkau agar nilai-nilai Qurani bisa membumi dalam kehidupan sosial,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....