Mereka yang Mendapat Naungan di Hari Akhir

  • 30 Jan 2026 19:28 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang: Mimbar Islam yang disiarkan Pro 1 RRI Malang kali ini menghadirkan Ustazah Machmudah S.Ag. sebagai narasumber dengan tema “Mereka yang Mendapat Naungan di Hari Akhir.” Dalam tausiyahnya, Ustazah Machmudah mengajak umat Islam untuk merenungi tujuh golongan manusia yang kelak mendapatkan naungan Allah Subhanahu Wata'ala pada hari kiamat, saat tidak ada naungan selain dari-Nya.

"Golongan pertama adalah imam atau pemimpin yang adil. Keadilan dimaknai sebagai kemampuan mengemban amanah sesuai sumpah dan tanggung jawab yang diemban. Lingkup kepemimpinan ini tidak hanya berlaku bagi pemimpin negara, tetapi juga pada skala kecil, seperti kepala keluarga yang adil dalam memimpin rumah tangganya," jelasnya pada Kamis (29/1/2026).

Golongan kedua, lanjutnya, adalah pemuda yang tumbuh dalam ketaatan kepada Allah. Ia menyoroti adanya pergeseran perilaku di kalangan sebagian pemuda saat ini, sehingga penting bagi generasi muda untuk kembali menjadikan nilai-nilai agama sebagai pedoman hidup sejak dini.

Selanjutnya, golongan ketiga adalah orang yang hatinya terpaut dengan masjid. Ustazah Machmudah menekankan bahwa keterpautan ini tercermin dari respons seorang hamba terhadap panggilan adzan.

“Jika sebelum jam delapan pagi orang takut terlambat ke kantor, maka seyogianya panggilan Allah juga mendapat respons yang bahkan lebih baik,” ujarnya.

Golongan keempat adalah orang-orang yang saling mencintai karena Allah. Cinta ini tidak terbatas pada hubungan suami istri, tetapi juga persahabatan dan pertemanan yang terjalin tanpa kepentingan duniawi seperti jabatan atau kekayaan.

"Hubungan tersebut murni terikat karena lillahi ta‘ala," tegasnya.

Kemudian golongan kelima, yakni laki-laki yang mampu menahan diri dari godaan zina. Menurutnya, menolak maksiat di tengah peluang dan godaan merupakan bukti kekuatan iman yang besar di hadapan Allah SWT.

Golongan keenam adalah orang yang bersedekah secara sembunyi-sembunyi. Sedekah dilakukan tanpa pamrih dan tanpa keinginan untuk dipuji, sehingga hanya dirinya dan Allah yang mengetahui amal tersebut.

"Dalam beberapa kondisi, keluarga boleh diberi tahu semata-mata untuk menjaga keterbukaan," tambahnya.

Sementara golongan ketujuh adalah orang yang taat dalam kesendirian. Mereka gemar bermuhasabah, mengingat dosa-dosanya, dan memperbanyak istighfar ketika tidak ada seorang pun yang melihatnya.

Ustazah Machmudah menegaskan bahwa tujuh golongan ini disebutkan dalam hadis Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, tentang orang-orang yang akan mendapat naungan Allah pada hari kiamat, ketika matahari didekatkan dan manusia berada dalam kesusahan yang amat berat.

Melalui kajian ini, pendengar diajak untuk tidak sekadar memahami hadis secara tekstual, tetapi menjadikannya sebagai cermin untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas keimanan serta ketakwaan dalam kehidupan sehari-hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....