Atasi Limbah Tekstil, Clarisse Ciptakan Batu Bata Estetik
- 10 Jan 2026 09:43 WIB
- Malang
KBRN, Malang : Limbah tekstil saat ini menjadi persoalan lingkungan yang perlu mendapat perhatian serius. Industri mode menghasilkan lebih dari 92 juta ton limbah secara global setiap tahunnya yang berakhir di tempat pembuangan sampah. Dengan sulitanya proses penguraian pada limbah tekstil, lingkungan akan semakin tercemar. Melihat hal tersebut, arsitek Clarisse Merlet mencoba menekan banyaknya limbah dengan menghadirkan inovasi mengubah pakaian bekas menjadi batu bata modular yang bergaya.
Ia pun membentuk perusahan rintisan bernama FabBRICK yang berbasis di Paris pada tahun 2019. Konsep yang ingin ia bawa adalah keberlanjutan, yaitu mendaur ulang apa yang di buang menjadi sesuatu untuk membangun masa depan. Dilansir dari Winss, Sabtu (10/1/2025), setiap unit FabBRICK menggunakan dua hingga empat kaos lama, dibentuk ulang dengan lem berbasis bio yang ramah lingkungan.
Proses produksi dimulai dengan memilah limbah tekstil berdasar jenis serat dan warna. Kemudian diparut menjadi serat kecil menggunakan mesin. Selanjutnya proses pengikatan dengan menggunakan lem berbasis bio yang diformulasikan sendiri. Campuran ini dikompres ke dalam cetakan khusus dan dibiarkan kering dengan sendirinya, tanpa tungku pembakaran, asap kimia, serta tanpa jejak karbon tinggi. Proses pengeringan dilakukan secara alami selama 10 hingga 15 hari. Warna-warna menarik batu bata ini berasal langsung dari kain aslinya.
“Kami ingin menciptakan material yang berguna dan indah yang mengatasi lingkungan secara nyata, sekaligus menawarkan kebebasan berkreasi,” ucap Merlet pada wawancara Design Wanted.
Batu bata yang dihasilkan ini ringan, berisolasi termal dan memberi peredam akustik. Mereka bahkan juga tahan api yang cocok sebagai hiasan interior. Namun sayangnya batu ini belum memiliki kemampuan menahan beban sehingga membatasinya hanya untuk desain interior, fitur dekoratif dan dinding partisi ringan.
FabBRICK sendiri telah memproduksi lebih dari 40.000 batu bata dan sejauh ini mendaur ulang lebih dari 12 metrik ton limbah tekstil. Saat ini proses produksi terletak di Paris, tetapi Merlet ingin memperluas dengan mendirikan bengkel lokal di wilayah lain. Tujuannya untuk mengumpulkan dan mengolah limbah di dekat sumbernya, mengurangi emisi transportasi dan menciptakan lapangan kerja lokal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....