Rafanda Pavita, Menemukan Passion Lewat Dunia Radio
- 06 Nov 2025 22:11 WIB
- Malang
KBRN, Malang: Menjadi mahasiswa Fakultas Hukum tidak menghentikan langkah Rafanda Pavita, mahasiswa semester 5 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), untuk terus mengembangkan diri di dunia penyiaran. Mahasiswi jurusan Ilmu Hukum ini aktif sebagai penyiar di UMM FM, radio kampus yang menjadi wadah kreativitas dan komunikasi mahasiswa UMM.
Rafanda mengaku awalnya terjun ke dunia radio hanya karena rasa penasaran dan keinginan untuk mencoba hal baru. “Awalnya tuh cuma coba-coba aja karena FOMO sama teman yang mau join UMM FM, dan waktu itu pas open recruitment crewnya heboh banget, jadi aku pilih UMM FM buat nambah ilmu baru,” ungkapnya saat di wawancarai oleh Irene Nathasya Penyiar RRI Pro 2 Malang, Kamis (6/11/2025).
Meski begitu, perjalanan menjadi penyiar tidak selalu mudah. Tantangan terbesar yang dirasakan Rafanda adalah mengatur waktu antara kuliah dan siaran. “Kuliah hukum tuh butuh fokus dan banyak baca, sementara jadi penyiar juga harus siap mental, riset topik, dan latihan siaran. Tantangannya di manajemen waktu supaya dua-duanya tetap maksimal,” jelasnya.
Rafanda menambahkan bahwa sistem siaran di UMM FM cukup fleksibel. Para penyiar dapat mengisi jadwal siaran sesuai waktu kosong yang mereka miliki. “Kita isi dulu waktu kosong kita kapan, baru program director yang menentukan jadwal siarannya,” ujarnya.
Dalam siarannya, Rafanda lebih menyukai topik-topik yang menarik dan relevan dengan minatnya. “Aku suka bahas yang nggak bikin ngantuk, misalnya tentang makeup atau musisi yang aku suka, biar pendengar juga ikut antusias,” katanya.
Meski sedang menempuh studi hukum, Rafanda tidak menutup kemungkinan untuk melanjutkan karier di dunia media. “Sekarang aku lebih interest ke media dan kepenyiaran, tapi aku tetap nggak mau ninggalin tujuan utamaku di hukum. Mungkin nanti siaran bisa jadi side job,” tuturnya.
Bagi Rafanda, kemampuan komunikasi publik adalah hal yang sangat penting, terutama bagi mahasiswa hukum. “Komunikasi publik itu penting banget, karena kemampuan menyampaikan argumen dengan jelas dan meyakinkan adalah kunci. Bukan cuma tahu hukum, tapi juga bisa menjelaskannya dengan cara yang mudah dipahami,” tambahnya.
Menutup perbincangan, Rafanda memberi pesan kepada mahasiswa lain yang ingin mencoba dunia radio. “Jangan takut nggak bisa ngomong, karena radio itu tempat kita berkembang dan belajar jadi lebih baik lagi,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....