Bahaya Suudzon yang Bisa Merusak Hubungan Sosial

  • 27 Sep 2025 16:30 WIB
  •  Malang

KBRN, Malang: Dalam dialog Cahyaning Ati Pro 4 RRI Malang, Sabtu (27/9/2025), Ustaz Dedi N Abdullah Tillu M.Pd.I menyampaikan bahwa suudzon atau prasangka buruk adalah penyakit hati yang harus dihindari. Menurutnya, hampir tidak ada manusia yang terbebas dari prasangka, namun hal itu berbeda dengan sikap waspada.

"Waspada dilakukan demi kemaslahatan dengan adanya indikasi yang jelas, sedangkan suudzon muncul tanpa sebab yang nyata, lahir dari hati yang belum bersih," ungkapnya.

Ustaz Dedi menegaskan bahwa Allah telah melarang umat Islam berprasangka buruk sebagaimana tercantum dalam Al-Qur’an surat Al-Hujurat ayat 12. Allah memperingatkan bahwa sebagian prasangka bukan hanya buruk, tetapi juga termasuk dosa.

"Suudzon ini bukan sekadar lintasan dalam hati, melainkan bisa mendorong seseorang untuk melakukan perbuatan negatif kepada individu maupun kelompok," lanjutnya.

Untuk memperkuat penjelasannya, Ustaz Dedi mengisahkan peristiwa turunnya surat Al-Hujurat ayat 6. Rasulullah Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam pernah mengutus Al-Walid bin Uqbah untuk memungut zakat dari Bani Musthaliq.

"Ketika melihat mereka berkumpul dengan membawa pedang, Al-Walid berprasangka bahwa mereka hendak menyerangnya. Padahal, tradisi suku tersebut adalah menyambut tamu dengan pedang. Laporan yang salah itu hampir menimbulkan fitnah besar, jika saja Rasulullah tidak melakukan tabayyun dan meneliti kebenaran berita tersebut. Dari sini jelas bahwa prasangka buruk yang tidak diklarifikasi bisa membahayakan banyak pihak," tuturnya.

Lebih lanjut, Ustaz Dedi mengingatkan bahwa suudzon kerap berkembang menjadi tajassus (memata-matai) lalu berujung pada ghibah. Ia mencontohkan kasus di masyarakat, ketika seorang tetangga menyangka seorang istri berselingkuh hanya karena terlihat bersama laki-laki saat suaminya pergi.

"Padahal, laki-laki itu ternyata saudara kandungnya. Suudzon seperti ini bukan hanya menimbulkan fitnah, tetapi juga memperluas dosa melalui ghibah dan perpecahan sosial," katanya.

Di akhir tausiyah, Ustaz Dedi mengingatkan pentingnya menjaga hati agar bersih dari penyakit suudzon. Umat Islam dianjurkan untuk menjauhi kebencian, iri, dengki, dan permusuhan, serta memperkuat persaudaraan.

“Hidup ini akan lebih indah bila kita saling berbaik sangka. Shalat wajib saja belum tentu sempurna, jangan kita tambahkan dengan penyakit hati. Jauhilah prasangka buruk karena ia bisa merusak diri, merusak hubungan, dan mendatangkan dosa,” pungkasnya. (Mey)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....