Ken Děděs: antara Naskah Pararaton dan Cerita Rakyat
- 07 Agt 2025 16:07 WIB
- Malang
KBRN, Malang: Tokoh legendaris Ken Děděs kembali dibahas dalam program “Pesona Budaya” RRI Pro 1 Malang, Rabu malam (6/8/2025), bersama Suwardono, Sejarawan Malang dalam bidang epigrafi dan filologi. Dalam episode ke-8 seri pembahasan Pararaton, Suwardono mengulas lebih dalam sosok Ken Děděs yang disebut sebagai perempuan paling cantik di zamannya dan menjadi ikon kecantikan klasik Malang Raya.
"Sumber tertua yang menyebutkan nama Ken Děděs (baca seperti huruf "E" pada kata luwes) adalah kitab Pararaton. Naskah ini menyebut Ken Děděs sebagai putri tunggal dari Mpu Purwa, seorang pendeta Buddha Mahayana di Panawijen. Karena kecantikannya yang tiada tanding, Ken Děděs menarik perhatian Tunggul Ametung, penguasa Tumapel, yang kemudian melarikannya dan menjadikannya istri," kisahnya.
Ia melanjutkan, sisi menariknya, masyarakat Polowijen juga menyimpan versi cerita rakyat yang cukup berbeda namun memiliki beberapa kesamaan penting. Dalam versi tutur ini, Ken Děděs disebut sebagai gadis cantik jelita bernama nDěděs, yang hendak dijodohkan dengan pemuda sakti namun buruk rupa dari Dinoyo, bernama Joko Lulo.
"Ken Děděs menolak secara halus dengan memberi syarat membuat sumur sangat dalam," kata Suwardono.
Setelah Joko Lulo berhasil membuat sumur tersebut, nDěděs menggunakan siasat untuk menggagalkan pernikahan. Ia memerintahkan para wanita desa memukul tompo (tempat nasi) dan membakar jerami saat dini hari agar tampak seperti fajar, sehingga wajah Joko Lulo terlihat sebelum akad nikah.
"Merasa tertipu dan dipermalukan, Joko Lulo pun mengutuk para perempuan desa dan situasi menjadi kacau," lanjutnya.
Pada akhirnya, nDěděs memilih menghilang dengan menceburkan diri ke sumur yang dibuat Joko Lulo. Sumur ini kini dikenal masyarakat sebagai Sumur Windu atau Punden Děděs. Konon, alat gamelan yang berserakan saat insiden itu berubah menjadi batu, dan masih tersisa satu yang disebut batu kenong.
"Cerita rakyat ini menyebut bahwa setelah peristiwa itu, Ken Děděs menghilang dan kemudian muncul kembali sebagai istri Tunggul Ametung di Tumapel — suatu titik persinggungan penting dengan versi Pararaton. Bahkan disebutkan bahwa orang-orang kemudian mengadakan sayembara untuk menemukan dirinya, meskipun pencarian itu gagal," tuturnya.
Menurut Suwardono, beberapa kesamaan mencolok antara Pararaton dan cerita rakyat Polowijen di antaranya adalah keberadaan tokoh putri bernama Děděs, pemuda yang hendak dijodohkan dengannya, lokasi Panawijen (Polowijen), dan unsur hilangnya sang putri melalui sumur misterius. Hal ini memperkuat dugaan bahwa legenda rakyat telah berkembang dari inti kisah yang juga tertulis dalam naskah kuno.
"Dari sini kita bisa melihat bagaimana sejarah dan cerita tutur bisa saling melengkapi dan memperkaya pemahaman kita akan masa lalu," pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....