Rasulullah Ingatkan Bahaya Sifat Dayyuts Bagi Keluarga

  • 20 Jun 2025 08:32 WIB
  •  Malang

KBRN, Malang: Dalam siaran Tausiyah Mutiara Pagi di Pro 1 RRI Malang, Jumat (20/6/2025), Ustadz Amsiyono mengingatkan umat Muslim akan bahaya sifat dayyuts, yakni seseorang yang tidak memiliki rasa cemburu terhadap kehormatan keluarganya. Rasulullah SAW secara tegas menyebut bahwa dayyuts adalah salah satu dari tiga golongan manusia yang diharamkan masuk surga.

“Dayyuts adalah orang yang hatinya mati terhadap kehormatan keluarganya. Ia membiarkan pasangannya melakukan perbuatan tidak pantas atau membuka aurat, tanpa ada rasa malu ataupun rasa tanggung jawab sebagai pelindung dalam rumah tangga,” ujar Ustadz Amsiyoo.

Dalam konteks Islam, dayyuts berasal dari bahasa Arab yang menggambarkan seseorang yang tidak memiliki ghirah (rasa cemburu dalam batas syar’i) atas pelanggaran moral dan aurat dalam keluarganya. Padahal, cemburu dalam Islam adalah bentuk kepedulian, bukan bentuk ketidakpercayaan.

"Bila seorang suami atau istri tidak lagi peduli terhadap batasan pergaulan pasangannya, dan bahkan merasa biasa saja melihat hal-hal yang jelas melanggar syariat, maka ia termasuk dalam ciri-ciri dayyuts,”tambahnya.

Menurutnya cemburu dalam Islam bukanlah bentuk ketidakpercayaan atau kecemburuan buta, tetapi bentuk rasa tanggung jawab dan kepedulian terhadap kehormatan keluarga.

Adapun beberapa ciri-ciri orang yang termasuk dayyuts antara lain:

1. Membiarkan istri/suami bergaul bebas tanpa batas dengan lawan jenis.

2. Tidak menegur atau merasa terganggu ketika pasangannya berpakaian tidak pantas di tempat umum.

3. Tidak merasa cemburu atau terganggu meskipun pasangannya berinteraksi secara tidak sopan atau romantis dengan orang lain.

4. Menganggap urusan kehormatan keluarga sebagai hal sepele.

Untuk menghindari sifat dayyuts, Ustadz Amsiyono menekankan pentingnya menanamkan rasa tanggung jawab, pemahaman agama, serta komunikasi yang sehat dalam keluarga.

Beberapa langkah solusi yang bisa dilakukan antara lain:

1. Meningkatkan ilmu agama bersama pasangan.

2. Menjaga komunikasi dan saling mengingatkan dalam hal berpakaian dan pergaulan.

3. Menghidupkan rasa cemburu yang wajar dan proporsional sebagai bentuk cinta dan kepedulian.

4. Mendekatkan diri kepada Allah melalui ibadah dan doa agar keluarga dijaga dari fitnah dunia.

"Jangan malu untuk menunjukkan kepedulian kepada pasangan, jangan gengsi untuk menegur dengan kasih sayang. Karena menjaga kehormatan keluarga adalah bagian dari menjaga iman," pesan Ustadz Amsiyono di akhir tausiyah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....