Makna Berserah Diri Umat Hindu Menuju Kedamaian Hidup

  • 03 Jun 2025 05:26 WIB
  •  Malang

KBRN, Malang: Dalam kehidupan yang penuh dinamika dan ujian, berserah diri kepada Tuhan menjadi salah satu jalan utama untuk mencapai ketenangan batin dan kebijaksanaan hidup. Hal ini menjadi inti dalam refleksi spiritual yang disampaikan oleh Dr. Drs. Ketoet Astawa, MM dalam program Mimbar Hindu di Pro 1 RRI Malang.

Menurut Dr. Ketoet Astawa, konsep berserah diri bukan berarti menyerah tanpa usaha, melainkan bentuk kesadaran penuh akan keterbatasan manusia serta kepercayaan bahwa segala hasil dan jalan hidup ada dalam kuasa Tuhan.

“Berserah diri kepada Tuhan adalah puncak dari pengendalian diri dan kebijaksanaan. Kita melakukan dharma, menjalani kewajiban dengan sebaik-baiknya, lalu hasilnya kita pasrahkan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa,” ungkapnya, Senin (2/6/2025).

Lebih lanjut, Dr. Ketoet menjelaskan bahwa dalam ajaran Hindu, berserah diri berkaitan erat dengan nilai tat twam asi, bahwa diri kita satu dengan Tuhan dan seluruh makhluk. Maka ketika seseorang berserah, ia juga belajar menerima segala hal dengan penuh cinta kasih dan keikhlasan.

Selain itu, dengan meningkatkan sraddha (keyakinan) dan bhakti (pengabdian), umat Hindu diajak untuk menjalani kehidupan dengan penuh ketulusan, tanpa terikat pada hasil duniawi. Dengan demikian, kedamaian lahir dan batin dapat tercapai.

“Jika hati kita selalu dekat dengan Tuhan, maka apapun situasi yang kita hadapi akan terasa ringan. Karena kita tahu, ada kekuatan yang jauh lebih besar yang selalu menyertai,” terang Dr. Ketoet.

Di akhir pesannya, Dr. Ketoet menekankan bahwa berserah diri pada Tuhan adalah bentuk tertinggi dari kebijaksanaan. Manusia tidak perlu takut terhadap masa depan, jika ia telah berusaha dan berserah secara tulus.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....