Waspada! Ini Cara Cerdas Beli HP Bekas

  • 24 Mei 2025 04:43 WIB
  •  Malang

KBRN, Malang: Di tengah harga HP baru yang semakin mahal, banyak orang beralih membeli HP second (bekas) sebagai alternatif. Namun, tren ini juga membawa risiko, dengan banyaknya penipuan yang terjadi di kalangan pembeli. Tidak jarang, HP bekas yang dibeli ternyata rusak, hasil rekondisi, atau bahkan barang curian yang dijual murah.

HP second memang sangat menggiurkan, namun ada resiko yang ada dibalik HP mengesankan ini. Banyak orang tertarik karena harga, ada juga karena penampilan fisik yang keren dan menarik. Banyak alasan untuk membeli HP Second, namun juga perlu edukasi juga informasi yang cukup serta pertimbangan matang agar tidak menyesal dikemudian hari.

Berikut beberapa langkah penting yang bisa dilakukan untuk mendapatkan HP bekas yang aman dan berkualitas menurut Anis dari salah satu store HP ternama di Malang, antisipasi yang dilakukan menurutnya yaitu pembaca www.rri.co.id dimohon jangan asal membeli, hal ini perlu kehati – hatian dengan memastikan penjual sudah terpercaya, baik itu toko fisik ataupun melalui platform e-commerce yang menyediakan sistem garansi.

Hindari membeli dari akun media sosial yang tidak jelas atau di tempat sepi yang rawan penipuan. Kemudian harap memeriksa semua bagian fisik HP, termasuk layar, tombol, kamera, dan port charger.

"HP bekas seringkali menyembunyikan kerusakan dengan casing baru atau aksesoris yang menggoda," ujarnya, Sabtu (24/5/2025).

Lalu menurutnya penting untuk mengecek nomor IMEI HP di situs resmi Kemenperin untuk memastikan HP tersebut bukan hasil black market, “HP yang IMEI-nya terblokir tidak dapat digunakan dengan optimal, bahkan seringkali tidak bisa digunakan sama sekali," imbuhnya.

Dari pengalaman pembeli, biasanya salah satu komponen yang paling sering bermasalah pada HP bekas adalah baterai. Untuk itu, disarankan juga oleh Anis agar menggunakan aplikasi seperti AccuBattery (Android) atau Battery Health (iPhone) untuk mengecek kondisi baterai.

Kondisi yang sudah tidak lagi prima pada HP second memicu banyak sekali potensi permasalahan yang akan timbul dikemudian hari untuk itu dianjurkan jangan lupa untuk memastikan bahwa HP tidak terkunci dengan akun Google atau iCloud milik pemilik sebelumnya. Jika HP terkunci, tentunya akan kesulitan untuk mengakses, bahkan tidak bisa melakukan reset pabrik. Jika mendapatkan penawaran harga HP jauh di bawah pasaran atau terlalu murah, waspadai kemungkinan kerusakan tersembunyi atau bahkan barang curian.

“Harga yang terlalu murah sering kali menjadi jebakan untuk pembeli yang terburu-buru. Pengalaman pribadi saya dulu pernah tertipu beli HP second yang ternyata bermasalah setelah beberapa minggu. Semuanya rusak dan biaya perbaikan malah lebih mahal daripada beli baru,” ujarnya sambil tersenyum.

Banyak kasus penipuan juga terjadi, yang dimulai dari transaksi COD (cash on delivery) atau tanpa jaminan. Mengingat HP adalah kebutuhan penting di era digital, pastikan untuk membeli dengan hati-hati menghindari masalah di kemudian hari.

Jika diperlukan, Anis menganjurkan mengajak teman atau keluarga yang lebih paham teknologi untuk memastikan kondisi HP bekas sebelum memutuskan membeli.

“Jangan hanya tergiur harga murah, pertimbangkan juga kualitas dan keamanannya. HP second bisa jadi pilihan hemat jika Anda teliti,” imbuhnya.

Dengan memeriksa HP secara teliti, dapat meminimkan resiko serta dengan waspada diharapkan bisa mendapatkan perangkat yang masih layak pakai tanpa harus khawatir tertipu untuk pilihan yang lebih baik dan terjangkau.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....