36 Tahun Sri Sultan Hamengku Buwono X: Dari Masa Muda hingga Tahta Kesultanan Yogyakarta

  • 17 Mar 2025 08:55 WIB
  •  Malang

KBRN, Malang: Raja Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Sri Sultan Hamengku Buwono X genap bertahta selama 36 tahun menurut hitungan Kalender Masehi pada 7 maret 2025. Sejak 7 Maret 1989, Sri Sultan Hamengku Buwono X naik tahta sebagai raja ke-10 Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat dengan Gusti Kanjeng Ratu Hemas sebagai permaisurinya.

Dikutip dari laman resmi Kraton Jogja, Sri Sultan Hamengku Buwono X lahir dengan nama Bendara Raden Mas Herjuno Darpito pada 2 April 1946 di Yogyakarta. Beliau tumbuh sebagai pribadi yang dekat dengan masyarakat dan menghabiskan masa mudanya di kota Yogyakarta tercinta.

Setelah beranjak dewasa, beliau ditunjuk untuk menjadi Pangeran Lurah atau yang dituakan diantara semua pangeran di Kraton Yogyakarta. Beliau juga kerap disapa “Mas Jun” karena kedekatannya dengan masyarakat dan kemudian diberi gelar Kanjeng Gusti Pangeran Harya (KGPH) Mangkubumi.

Sebelum naik tahta menjadi Sultan Yogyakarta beliau sudah terbiasa dengan dunia pemerintahan karena sering kali membantu ayahandanya, Sri Sultan Hamengku Buwono IX yang menjabat sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia. Tak hanya itu, beliau juga pernah menjadi Ketua Umum Kadinda DIY, Ketua KONI DIY, Ketua Golkar DIY, hingga Komisaris PG Madukismo.

Beliau menjadi calon paling tepat untuk menjadi Sultan berikutnya berkat keaktifannya dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, sekaligus menggantikan ayahandanya yang telah wafat pada 2 Oktober 1988.

Sri Sultan Hamengku Buwono X resmi naik tahta menjadi raja ke-10 Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat pada 7 Maret 1989 atau Hari Selasa Wage, tanggal 29 Rajab 1921 berdasarkan penanggalan Tahun Jawa dengan gelar Ngarso Dalem Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun Sri Sultan Hamengku Bawono Ingkang Jumeneng Ka 10, Suryaning Mataram, Senopati Ing Ngalogo, Langgenging Bawono Langgeng, Langgenging Tata Panotogomo. (MD)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....