Begini Tujuh Tingkatan Hawa Nafsu
- 15 Mar 2025 20:50 WIB
- Malang
KBRN, Malang : Dalam agam Islam ada tujuh tingkatan hawa nasfu, seperti yang dikatakan ustadz Dedi N AbdullH tillu diacara Cahyanign Ati Pro 4 RRI Malang.
“Dalam pandangan agama Islam ada tujuh tingakatan hawa nafsu, tetapi apakah ‘nafsu‘ itu. Nafsu merupakan suatu keinginan manusia kepada sesuatu. Pada dasarnya wajar setiap manusia memiliki keinginan akan sesuatu selama tidak bertentangan dengan perintah Allah SWT," katanya, Senin (17/3/2025).
Saat ditanya apa saja ketujuh tingkatan nafsu itu, ustadz Dedi sapaan akrabnya menjelaskan. Yang pertama Nafsu Amarah, ini adalah jenis nafsu yang tingkatannya paling rendah. Nafsu ini cenderung menjerumuskan pada hal-hal yang negatif. Orang yang memiliki nafsu ini senang melakukan sesuatu yang membuatnya senang tanpa mempertimbangkan hukum dan dampaknya.
Selanjutnya nafsu Lawwamah. Tingkatan nafsu ini lebih tinggi daripada nafsu amarah. Setelah melakukan kemaksiatan timbul rasa menyesal dalam hati. Terkadang ia berbuat kebaikan tapi ketika sedang lalai ia kembali berbuat kejahatan. Poin positifnya kita bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.
Yang ketiga nafsu Mulhamah, orang yang berada pada tingkatan ini cenderung terasa berat dalam melakukan amal kebajikan. Bila ia berhadapan dengan maksiat hatinya masih rindu dengan maksiat. "Namun ia masih bisa membayangkan nikmatnya Surga dan pedihnya api neraka. Dia sudah mengenal berbagai macam penyakit hati seperti iri, dengki, syirik, dll," ujarnya.
"Tapi dia masih belum bisa melawan hal itu. Dan ketika ia bisa menjaga hatinya dari perasaan yang tidak baik disaat itulah ia naik ke tingkat nafsu selanjutnya, yaitu nafsu Muthmainnah, orang yang berada pada tingkat nafsu ini senantiasa Allah jauhkan dari rasa cemas dan gelisah dalm menerima segala ketetapan dan keputusan yang sudah Allah tetapkan padanya. Jiwanya akan selalu merasa tenteram dan sejuk bila melakukan amal kebaikan," imbuhnya.
Orang yang berada pada tingkatan ini dijamin akan masuk surga sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Al-Fajr ayat 27-30 yang artinya:“ Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang redha dan diredhai, maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam Syurga-Ku”.
Yang kelima nafsu Radliah, sifat dari orang yang memiliki nafsu semacam ini adalah dia selalu menganggap yang makruh itu haram, menganggap yang sunat itu wajib. Jika tidak melakukan kesunahan ia merasa berdosa. Baginya takdir yang dan yang buruk sama saja. Dalam arti dia sudah menyerahkan hidupnya untuk beribadah kepada Allah. Keenam nafsu mardliyyah. Tingkatan ini lebih tinggi daripada tingkatan sebelumnya, yaitu nafsu radliah. "Yang paling istimewa pada tingkatan ini adalah bahwa ia sangat mencintai Allah dan Allah juga sangat mencintainya. Dia membuat Allah SWT mencintainya dengan cara ia mengerjakan ibadah sunah dan tidak melakukan dosa walaupun sekecil jarum di lautan, dan yang ketujuh nafsu Kamilah, tingkatan tang terakhir adalah tingkatannya para Nabi dan Rasul, manusia suci dan sempurna. Yang terpelihara dari perbuatan tercela dan Allah selalu mengawasi dan membimbingnya.” Jelasnya.
Dalam penutupnya ustad Dedi Kembali mengingatkan bahwa nafsu adalah keinginan. Nafsu cenderung selalu ingin bebas dari aturan. Dia adalah Tuan bagi hasrat kita. Maka jadilah Tuan yang baik dan bijak bagi nafsu kita. Jangan jadikan dia sebagai penyebab dari marahnya Allah pada kita.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....