Makna Kaya Yang Sesungguhnya
- 14 Jan 2025 06:28 WIB
- Malang
KBRN, Malang : Agama Islam tidak melarang ummatnya menjadi kaya, tetapi tidak kaya harta benda, yang diutamakan kaya hati, kata ustadz Ahmad Fakhrur Rouzi S. HI, SH diacara Cahyaning Ati Pro 4 RRI Malang, Senin (13/1/2025).
“Tidak ada yang salah dengan keinginan untuk menjadi kaya. Bahkan mencari kekayaan disyariatkan dalam Islam karena itu berarti mencari rejeki dan berusaha di dunia sebagaimana yang dicantumkan dalam Al-Qur’an, dalam surat Al Ahzab ayat 10 yang artinya : Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi, dan carilah karunia Allah," ujarnya.
Kemudian, dalam surat yang lain yaitu surat Al-Mulk ayat 15 yang artinya “Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Namun sejatinya kekayaan bukan hanya harta benda saja yang diutamakan kaya hati, karena banyak orang kaya yang dalam hatinya masih merasa miskin dan kekurangan.
Saat ditanya mengapa kaya hati lebih utama daripada kaya harta Ustadz Ahmad Fakhrur Rouzi menjelaskan, jika seseorang hanya mengejar duniawi, hanya mengejar kekayaan harta tidaklah pernah merasa cukup. Rasulullah menegaskan bahwa kekayaan yang sejati ada di dada. Hal ini menekankan bahwa sebenarnya persoalan anggapan bahwa seseorang disebut kaya atau miskin adalah murni masalah mental.
Seseorang bisa merasa kaya walaupun memiliki sedikit harta karena ia berlapang dada dan selalu mensyukuri nikmat yang ada. Harta yang ia miliki digunakan untuk meningkatkan amal dan ibadah. Uang atau materi bukan merupakan kekayaan yang sebenarnya menurut Islam.
"Apa saja harta yang paling mulia dalam Islam ? yang pertama lisan yang selalu berzikir, zikir adalah salah satu ibadah yang diperintahkan oleh Allah Swt. Perintah untuk berzikir ini ada pada surah Al Ahzab ayat 41-42 yang artinya: Wahai orang-orang yang beriman, ingatlah Allah dengan zikir sebanyak-banyaknya dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang. Kedua hati yang senantiasa bersyukur, umat Islam harus memiliki hati yang senantiasa bersyukur," ungkapnya.
Ustadz Ahmad Fakhrur Rouzi menambahkan, dengan bersyukur, maka manusia akan merasa lebih bahagia dan lebih mudah untuk berbagi ke sesamanya. Ketiga sabar dalam menghadapi cobaan, sebagai ummat Islam harus memiliki hati yang sabar dalam menghadapi berbagai cobaan dalam hidup. Allah berfirman dalam surat Al Asr ayat ayat 1-3 yang artinya : Demi masa, sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal saleh serta saling menasihati untuk kebenaran dan kesabaran.
Ustadz Fakhrur Rouzi mengingatkan sebagai seorang yang beriman harus memahami kekayaan sebagai amanah dari Allah SWT yang harus dijaga dan digunakan untuk mencapai kesuksesan di dunia dan akhirat dan kekayaan hati lebih utama daripada kekayaan harta benda.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....