Berperilaku Pancasila di Zaman Majapahit

  • 02 Okt 2024 20:59 WIB
  •  Malang

KBRN, Malang : Nama Pancasila dikenal pula pada masa Jawa Kuno, dalam hal ini yang dapat dikenali adalah masa Singasari-Majapahit. Pada masa Jawa Kuno, kata Pancasila berhubungan dengan ‘lima kaidah tingkah laku’ yang wajib ditaati dalam hubungannya dengan keagamaan.

"Seperti yang tersebut di dalam naskah Nagarakrtagama pupuh 43:2: ‘nāhan hetu narendrā bhakti ri pada śri śakyasiṅhāsthiti, yatnāgĕgwan i pañcaśīla’, artinya, itulah sebabnya baginda teguh bakti menyembah kaki Sakyamuni, teguh tawakal memegang pancasila," kata Suwardono, Sejarawan Malang saat dialog Pesona Budaya Pro1 RRI Malang, Rabu (2/10/2024) lalu.

Ia menerangkan, hal tersebut adalah moralitas keagamaan Raja Kertanagara Singhasari, yang diuraikan oleh Mpu Prapanca ketika dia bersama raja berkunjung ke candi Singosari, dan mendapat keterangan dari ‘sang atunggu dharma’ bernama dang acaryya Ratnamsah.

Lebih jauh, Ahli bidang Epigrafi dan Fiologi ini juga menjelaskan apa yang tersebut dalam beberapa naskah kuno, yang memiliki hubungan dengan lima sila yang ada saat ini.

"Misalnya dalam KeTuhanan Yang Maha Esa: Teguh terhadap ajaran agamanya, ini dapat dilihat pada naskah dan relief cerita Bubuksah-Gagangaking. Lalu Cinta damai terhadap sesama dan antar keyakinan, ada dalam Sutasoma pupuh 139: 5: ‘rwāneka dhātu winuwus wara Buddha wiśwa, bhīneki rakwa ring apan kĕna parwanosĕn, mangka ng jinatwa kalawan śiwatatwa tunggal, bhīneka tunggal ika tan hana dharma mangrwa’, artinya, dikatakan bahwa adanya dua unsur pilihan yaitu Buddha dan Siwa, berbeda itu katanya karena dapat dipisah begitu saja, padahal hakikat Buddha dan hakikat Siwa itu satu, berbeda itu ya satu itu," jelasnya.

Tak hanya itu, Ia juga menjelaskan hubungan dalam sila selanjutnya, yakni Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, hingga sila terakhir Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

"Yang jelas segala perilaku pada masa itu sudah mencerminkan apa yang menjadi pedoman kita saat ini yaitu Pancasila. Bagaimana sikap Raja maupun Patih Gajahmada, dan naskah-naskah lainnya yang menjelaskan tentang hukum, keadilan, hingga sosial kemasyarakatan. Jika Pancasila yang kita miliki saat ini (yang sama sekali tidak bertolak belakang dengan masa Majapahit) kita lakukan dengan benar, tentu saja akan mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....