Tim Brida Olah Daun Kering Sekolah Menjadi Briket Biomassa
- 06 Okt 2026 14:41 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang- Persoalan sampah daun kering di lingkungan sekolah mendorong Tim Brida menghadirkan inovasi berupa briket biomassa. Daun yang selama ini kerap dibuang, ditimbun, bahkan dibakar, dimanfaatkan kembali menjadi bahan bakar alternatif yang memiliki nilai guna.
Ketua Pelaksana Tim Brida, Kingkin, mengatakan gagasan tersebut berangkat dari pengamatan terhadap persoalan sampah yang banyak ditemukan di lingkungan sekolah. Sampah yang dihasilkan tidak hanya berupa sampah anorganik, tetapi juga sampah organik dalam jumlah cukup besar.
“Brida ini sebenarnya kami gali dari permasalahan sampah di lingkungan sekolah. Kami melihat bahwa jenis sampahnya beragam, ada anorganik dan ada juga organik. Dari situ kami mencoba melihat apakah sampah tersebut bisa dimanfaatkan kembali menjadi sesuatu yang lebih bernilai,” ujar Kingkin dalam dialog bersama Pro 2 RRI Malang, Selasa (6/10/2026).
Dari berbagai jenis sampah organik yang ditemukan, tim kemudian memilih daun kering sebagai bahan baku utama briket. Pemilihan tersebut didasarkan pada ketersediaannya yang cukup melimpah di lingkungan sekolah sekaligus melihat adanya potensi yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
“Kami akhirnya memutuskan untuk mengubah sampah yang biasanya hanya dibuang atau ditimbun menjadi sebuah inovasi. Salah satunya kami manfaatkan sebagai briket dari daun kering. Jadi, sampah yang sebelumnya dianggap tidak memiliki nilai bisa kami olah menjadi produk yang memiliki fungsi,” lanjutnya.
Menurut Kingkin, pengolahan tersebut juga menjadi upaya untuk mengubah cara pandang terhadap sampah organik. Daun kering tidak lagi sekadar diposisikan sebagai limbah yang harus disingkirkan, melainkan dapat dimanfaatkan sebagai sumber bahan bakar alternatif.
Wakil Ketua Pelaksana Tim Brida, Nanda, mengatakan pemilihan briket juga mempertimbangkan pengalaman sekolah mitra dalam mengolah sampah daun. Sebelumnya, sekolah tersebut telah memiliki kegiatan pengolahan daun kering menjadi kompos.
“Di sekolah yang kami tuju sebenarnya sudah pernah membuat kompos. Tetapi kami mencoba mencari alternatif lain yang berbeda. Akhirnya kami memilih briket karena melihat potensi daun kering yang menurut kami sangat besar untuk dikembangkan,” jelas Nanda.
Pengembangan inovasi dilakukan bersama sekolah mitra dengan memanfaatkan daun kering yang berasal dari lingkungan sekolah sebagai bahan baku utama. Kolaborasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Tim Brida mengenalkan alternatif pengelolaan sampah yang tidak hanya berorientasi pada pengurangan limbah, tetapi juga menghasilkan produk yang dapat dimanfaatkan kembali.
Bagi Tim Brida, pengolahan daun kering menjadi briket menjadi contoh bahwa persoalan sampah di lingkungan sekolah dapat menjadi titik awal lahirnya sebuah inovasi. Sampah yang sebelumnya dianggap tidak berguna justru memiliki peluang untuk diolah menjadi produk yang lebih bermanfaat sekaligus mendukung pemanfaatan sumber daya secara lebih berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....