KAKISU Jadi Bagian Penting dalam Konservasi Sungai

  • 06 Okt 2026 08:56 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang- Konservasi kawasan kanan-kiri sungai atau KAKISU menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan ekosistem sungai. Kawasan sempadan tidak hanya berfungsi sebagai ruang di sekitar aliran sungai, tetapi juga perlu dijaga melalui kebersihan dan keberadaan vegetasi yang sesuai dengan kondisi lingkungan.

Penyuluh Kehutanan CDK Wilayah Malang, Reni Meilani, kepada RRI Malang, Selasa (6/10/2026) menjelaskan bahwa kondisi sungai memiliki keterkaitan erat dengan kondisi sempadannya. “Sungai itu jalan air. Jika aliran bagus, maka KAKISU atau sempadan harus dalam kondisi yang bagus,” ujarnya. Menurut Reni, kebersihan dan keberadaan tanaman menjadi dua hal yang tidak dapat dipisahkan dalam upaya menjaga kawasan sungai.

Kolaborasi antara Dinas Kehutanan dan KALIKU dalam menjaga lingkungan sungai telah berjalan sejak sekitar 2019. “Kaliku sangat bagus, kami dari kehutanan fokus untuk penanaman sungai,” kata Reni. KALIKU juga terlibat dalam kegiatan susur sungai, salah satunya di Sungai Bango. Menurut Reni, keterlibatan komunitas menjadi bagian dari upaya memperkuat kepedulian masyarakat terhadap kondisi sungai.

Dari sisi vegetasi, Penyuluh Kehutanan CDK Wilayah Malang, Lindriawati, SP, mengatakan penanaman tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Jenis tanaman perlu disesuaikan dengan karakter kawasan sungai. “Tanaman yang suka air, pohon sukun, buahnya banyak, sirsak, nangka, yang bisa menghasilkan buah,” jelas Lindriawati. Artinya, tanaman yang ditanam juga dapat dipilih dengan mempertimbangkan manfaat bagi masyarakat.

Reni menegaskan, membersihkan sungai saja belum cukup untuk menjaga ekosistem. “Belum cukup. Sudah nggak keruh, ada ikan, tapi yang penting sempadan di KAKISU harus ditanami dan dijaga keberadaannya,” katanya. Ia juga menyebut bambu sebagai salah satu jenis tanaman yang dapat digunakan dalam upaya menjaga kawasan kanan-kiri sungai, dengan tetap mempertimbangkan kondisi lokasi.

Sementara itu, Lindriawati mengingatkan bahwa keberhasilan penanaman sangat bergantung pada kesadaran masyarakat untuk menjaga tanaman yang telah ditanam. “Banyak warga membuang popok bayi ke sungai,” ujarnya. Karena itu, konservasi KAKISU tidak hanya membutuhkan kegiatan penanaman, tetapi juga peningkatan kesadaran agar masyarakat tidak kembali melakukan aktivitas yang merusak kawasan sungai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....