Okan Abdullah Kemas Edukasi Rupiah lewat Konten Kreatif
- 06 Okt 2026 10:10 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Kreativitas dalam membuat konten menjadi cara Okan Abdullah menyampaikan edukasi mengenai rupiah kepada masyarakat. Konten kreator asal Malang tersebut berhasil meraih Juara 2 dalam Content Creator Hunt Festival Rupiah Berdaulat yang digelar Bank Indonesia.
Dalam kompetisi tersebut, Okan mengemas edukasi tentang rupiah melalui konsep video bergaya petualangan. Ia memasukkan berbagai unsur budaya dan aktivitas masyarakat ke dalam video, mulai dari pelaku UMKM, tukang becak, hingga kesenian khas Malang, Topeng Malang.
Konsep tersebut dipilih agar pesan mengenai pentingnya memperlakukan rupiah dengan baik dapat disampaikan secara lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. Okan menampilkan sejumlah kebiasaan masyarakat yang tanpa disadari dapat merusak kondisi fisik uang.
“Saya mengambil beberapa aktivitas orang yang tanpa sadar bisa merusak uang. Perlakuan seperti itu tentu dapat memengaruhi kondisi fisik rupiah. Pesan yang ingin saya sampaikan adalah mari menjaga rupiah dengan melakukan 5J, yaitu jangan dilipat, jangan dicoret, jangan distaples, jangan diremas, dan jangan dibasahi,” jelas Okan saat di dialog bersama Pro 2 di acara Sore Ceria, Senin (5/10/2026).
Tidak hanya mengangkat kehidupan masyarakat di Malang, Okan juga menghadapi tantangan ketika harus membuat konten untuk ajang tingkat nasional dalam waktu yang terbatas. Ia memanfaatkan berbagai tradisi dari sejumlah wilayah Indonesia sebagai bagian dari konsep video.
Tradisi yang ditampilkan merepresentasikan beberapa wilayah besar Indonesia, seperti Jawa, Kalimantan, Sumatera, dan Papua. Okan juga menyematkan Festival Rupiah Berdaulat Indonesia sebagai bagian dari video untuk memperkuat keterkaitan antara konten yang dibuat dengan kegiatan Bank Indonesia.
Menurut Okan, penggunaan unsur budaya tersebut menjadi cara untuk menunjukkan bahwa rupiah memiliki keterkaitan dengan kehidupan masyarakat di berbagai daerah. Meski dikemas melalui latar budaya yang berbeda, pesan utama yang disampaikan tetap sama, yakni mengajak masyarakat untuk memperlakukan rupiah dengan baik.
“Waktu yang diberikan cukup singkat, jadi saya harus mencari cara supaya beberapa tradisi dari wilayah Indonesia bisa masuk dalam satu video. Saya memilih tradisi yang bisa menjadi representasi Jawa, Kalimantan, Sumatera, dan Papua. Walaupun berbeda budaya, pesannya tetap sama, yaitu bagaimana kita menjaga rupiah,” ujarnya.
Sebelum mengikuti kompetisi tersebut, Okan memang telah aktif membuat konten melalui media sosial, khususnya TikTok dan Instagram. Konten yang diproduksinya cukup beragam, mulai dari ulasan makanan hingga fashion.
Namun, mengikuti Content Creator Hunt Festival Rupiah Berdaulat menjadi pengalaman yang berbeda. Ia dituntut mengubah materi edukasi mengenai rupiah menjadi konten yang menarik sehingga pesan dapat diterima penonton tanpa terasa seperti penyampaian informasi yang monoton.
“Biasanya saya membuat konten yang lebih banyak berupa ulasan, seperti makanan atau fashion. Ketika mengikuti kompetisi ini, tantangannya berbeda karena saya harus menyampaikan edukasi tentang rupiah. Jadi, informasinya harus tetap benar, tetapi cara menyampaikannya juga harus menarik supaya orang tidak merasa sedang diberi materi edukasi,” kata Okan.
Selain mengajak masyarakat menjaga kondisi fisik uang melalui prinsip 5J, Okan juga menyampaikan pentingnya mengenali ciri keaslian rupiah. Ia mengingatkan masyarakat untuk menggunakan prinsip 3D, yakni dilihat, diraba, dan diterawang ketika memeriksa uang.
Melalui konten yang dibuatnya, Okan berharap edukasi mengenai rupiah dapat menjangkau lebih banyak masyarakat, terutama pengguna media sosial. Menurutnya, penyampaian informasi melalui konten kreatif dapat menjadi salah satu cara untuk membuat edukasi lebih mudah diterima.
Bagi Okan, mengikuti kompetisi tersebut bukan semata-mata tentang mendapatkan juara. Proses pembuatan konten justru memberinya kesempatan untuk mempelajari lebih banyak hal mengenai rupiah sekaligus mengembangkan kemampuannya dalam mengemas informasi menjadi konten yang komunikatif.
“Buat saya, kompetisi ini bukan hanya soal mendapatkan juara. Saya juga jadi belajar lebih banyak tentang rupiah, bagaimana cara menjelaskan informasi dengan benar, dan bagaimana membuat edukasi itu tetap menarik untuk ditonton masyarakat,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....