Listrik dan Air Bersih masih Jadi Tantangan Masa Pemulihan Pasca Bencana di NTT

  • 29 Sep 2026 14:43 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID , Malang: Keterbatasan listrik dan air bersih masih menjadi tantangan masyarakat di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur setelah gempa melanda daerah tersebut. Kondisi itu ditemukan tim YBM BRILIAN ketika menjalankan respons kemanusiaan selama tujuh belas hari di sejumlah lokasi terdampak bencana.

“Beberapa wilayah bahkan belum memiliki jaringan listrik sebelum gempa terjadi di daerah tersebut. Masyarakat masih mengandalkan pembangkit listrik tenaga surya atau generator untuk memenuhi kebutuhan penerangan dan pengisian perangkat komunikasi sehari-hari. Keterbatasan energi juga diperparah sulitnya jaringan komunikasi, sementara harga bahan bakar eceran disebut mencapai Rp. 25.000/perliter. Kondisi tersebut membuat distribusi bantuan dan komunikasi relawan menjadi lebih sulit selama menjalankan respons kemanusiaan di wilayah terdampak,” kata Ramdani, Supervisor YBM BRILIAN SBO Malang, Selasa (22/09/2026).

Ramdani menceritakan terdapat sekolah yang menggunakan air dari sumur dengan kondisi terasa asin untuk kebutuhan wudu para siswa setempat. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan kebutuhan air bersih tetap menjadi persoalan penting yang harus mendapatkan perhatian dalam proses pemulihan masyarakat.

“YBM BRILIAN kini menyiapkan dukungan pembangkit listrik tenaga surya secara bertahap untuk menjangkau sekitar empat puluh hingga lima puluh keluarga. Program ini diharapkan membantu masyarakat memperoleh penerangan sekaligus mendukung aktivitas sehari-hari di wilayah yang belum terjangkau jaringan listrik. Selain energi, kami juga fokus pada penyediaan air bersih sebagai kebutuhan dasar masyarakat terdampak pascagempa NTT. Karena bagi kami bantuan makanan tidak akan cukup apabila masyarakat masih menghadapi kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari,” imbuhnya.

Dukungan listrik dan air bersih menjadi bagian dari agenda lanjutan YBM BRILIAN setelah fase tanggap darurat mulai berkurang secara bertahap. Program tersebut diarahkan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar sekaligus memperkuat kemampuan mereka menjalani proses pemulihan pascabencana.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....