Mahasiswa Baru UIN Malang Dibekali Literasi Keuangan Digital

  • 14 Sep 2026 15:15 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Sebanyak 2.500 mahasiswa baru Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang dibekali literasi keuangan untuk menghadapi semakin mudahnya akses layanan keuangan di era digital. Pembekalan tersebut diberikan melalui kuliah perdana program Malang MBOIS yang digelar UIN Malang bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) pada Senin 14 September 2026.

Kegiatan ini menyoroti sejumlah risiko yang semakin dekat dengan generasi muda, mulai dari investasi ilegal, pinjaman online ilegal, judi daring, penipuan digital hingga penyalahgunaan data pribadi.

Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Ilfi Nur Diana mengatakan, kemudahan akses terhadap produk dan layanan keuangan perlu diikuti dengan pemahaman yang memadai. Menurutnya, inklusi keuangan tidak cukup jika masyarakat belum memiliki literasi keuangan.

“Seharusnya literasi keuangan dulu, seperti hari ini, baru kemudian punya akses dan mempunyai produk-produk keuangan,” ungkapnya.

Ia menilai mahasiswa perlu memahami karakteristik dan risiko setiap produk keuangan sebelum memanfaatkannya. Pemahaman tersebut penting agar mahasiswa tidak mudah terjebak pada tawaran keuangan yang tidak bertanggung jawab.

Sementara itu, Anggota Komisi XI DPR RI, Dr. M. Hasanuddin Wahid, M.Hum., yang menjadi keynote speaker, menekankan pentingnya pengetahuan finansial diberikan sejak mahasiswa baru memasuki lingkungan perguruan tinggi.

Menurutnya, kebiasaan mahasiswa dalam menggunakan layanan digital, termasuk belanja daring dan transaksi keuangan, perlu dibarengi pemahaman mengenai pengelolaan keuangan.

“Pengetahuan tentang finansial itu penting ditekankan, diberikan oleh UIN Malang sejak dini,” ujarnya.

Program Malang MBOIS merupakan bagian dari upaya memperkuat literasi dan inklusi keuangan dengan melibatkan regulator sektor keuangan. OJK, BI, dan LPS memberikan pemahaman mengenai fungsi masing-masing lembaga sekaligus mengingatkan mahasiswa terhadap berbagai risiko di sektor keuangan digital.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diharapkan mampu mengelola keuangan secara lebih sehat, mengenali modus penipuan sektor keuangan, serta lebih cermat sebelum menggunakan produk maupun layanan keuangan digital.

Selain edukasi kepada mahasiswa baru, program tersebut juga diarahkan untuk membangun budaya kesadaran finansial di lingkungan kampus, termasuk melalui pembentukan Duta Literasi Keuangan Kampus.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....