KKN MAs 4 Bumiaji Kenalkan NUTRIKELOR untuk Dukung Pencegahan Stunting
- 25 Agt 2026 11:05 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah ‘Aisyiyah (KKN MAs) Kelompok 4 Desa Bumiaji mengenalkan inovasi pengolahan daun kelor melalui program NUTRIKELOR (Inovasi Pemberian Makanan Tambahan Berbasis Pangan Lokal Daun Kelor). Kegiatan yang digelar di Graha Wisata Bumiaji, Minggu (23/8/2026), tersebut diikuti ibu-ibu yang memiliki anak peserta posyandu serta kader posyandu Desa Bumiaji.
Program yang dimulai pukul 08.00 WIB ini merupakan salah satu program kerja KKN MAs Kelompok 4 dalam menjalankan mandatory program bertema “Budidaya dan Pengolahan Bahan Pangan Sesuai Potensi Lokal.” Melalui NUTRIKELOR, mahasiswa mengenalkan daun kelor sebagai salah satu bahan pangan lokal yang dapat diolah menjadi berbagai menu Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita.
Koordinator Desa KKN MAs Kelompok 4, Cindy Anatasyah dari Universitas Muhammadiyah Palu, mengatakan program tersebut tidak hanya menjadi bagian dari pemenuhan program wajib KKN MAs, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pemanfaatan pangan lokal.
“Melalui rangkaian kegiatan NUTRIKELOR dan Pemberian Makanan Tambahan ini, kami berharap dapat menambah wawasan Ibu-Ibu semua tentang pentingnya gizi seimbang dari bahan lokal seperti daun kelor, khususnya dalam upaya pencegahan dan penanganan anak stunting serta gejala stunting,” ujar Cindy.
Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai PMT, stunting, serta pemanfaatan daun kelor yang disampaikan anggota KKN MAs Kelompok 4, Firli Shahibah dari Universitas Muhammadiyah Surakarta. Peserta mendapatkan edukasi mengenai pentingnya pemenuhan kebutuhan gizi balita dan pemanfaatan bahan pangan lokal untuk mendukung pertumbuhan serta perkembangan anak.
Dalam kegiatan tersebut, perwakilan kader posyandu Desa Bumiaji, Bu Asih, menyampaikan bahwa masih terdapat sekitar 20 balita yang mengalami stunting di Desa Bumiaji. Kondisi tersebut menjadi perhatian bersama sehingga peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai pemenuhan gizi balita dinilai penting.
“Masih adanya balita yang mengalami stunting menunjukkan pentingnya edukasi kepada orang tua mengenai pemenuhan gizi anak. Pemanfaatan bahan pangan yang tersedia di lingkungan sekitar dapat menjadi salah satu alternatif yang mudah diterapkan dalam menyiapkan makanan tambahan,” jelasnya.
Daun kelor dipilih karena merupakan salah satu potensi pangan lokal yang dapat diolah menjadi beragam jenis makanan. Selain memberikan edukasi, mahasiswa juga mengajak peserta melihat secara langsung proses pengolahan daun kelor melalui demonstrasi pembuatan bola daun kelor yang dipandu Cindy Anatasyah.
Peserta kemudian mendapatkan kesempatan untuk mencicipi olahan tersebut. Mahasiswa juga membagikan puding daun kelor yang telah disiapkan sebelumnya serta leaflet berisi lima alternatif menu PMT berbasis daun kelor, yakni bola daun kelor, puding daun kelor, es krim daun kelor, mi daun kelor, dan brownies kering daun kelor.
Cindy menjelaskan, pengenalan berbagai variasi olahan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat melihat bahwa bahan pangan lokal seperti daun kelor dapat dikembangkan menjadi menu yang lebih beragam dan menarik bagi anak-anak.
“Harapannya, ibu-ibu tidak hanya mengetahui manfaat daun kelor, tetapi juga memiliki pilihan cara mengolahnya. Dengan variasi menu, bahan pangan lokal dapat lebih mudah diterima dan dimanfaatkan sebagai bagian dari makanan tambahan untuk balita,” ungkap Cindy.
Kegiatan mendapat respons positif dari peserta. Bu Ita, anggota Pokja 3 Bidang Ketahanan Pangan, mengapresiasi pengetahuan dan inovasi yang diberikan mahasiswa melalui program NUTRIKELOR.
“Terima kasih sudah diberikan ilmu dan inovasi berbagai macam olahan. Harapannya semoga bisa bertemu lagi dan diberikan ilmu lain tentang nutrisi dan PMT yang lainnya,” ujar Bu Ita.
Program NUTRIKELOR menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKN MAs Kelompok 4 untuk mendorong pemanfaatan potensi pangan lokal sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya gizi seimbang bagi balita.
KKN MAs sendiri merupakan program KKN kolaboratif yang melibatkan perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) dari berbagai wilayah di Indonesia. Pada 2026, pelaksanaan KKN MAs ditempatkan di wilayah Malang Raya dan diikuti 59 perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA), dengan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sebagai perguruan tinggi tuan rumah.
KKN MAs Kelompok 4 Desa Bumiaji terdiri atas mahasiswa dari sejumlah PTMA, yakni Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Muhammadiyah Palu, Universitas Muhammadiyah Riau, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Universitas Muhammadiyah Karanganyar, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Universitas Muhammadiyah Bandung, Universitas Muhammadiyah Muara Bungo, Universitas Muhammadiyah Bone, Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan Jakarta, Universitas Muhammadiyah Buton, dan Universitas Muhammadiyah Makassar.
Kolaborasi lintas perguruan tinggi tersebut menjadi bentuk sinergi mahasiswa PTMA dalam melaksanakan pengabdian sekaligus pemberdayaan masyarakat.
Melalui NUTRIKELOR, mahasiswa KKN MAs Kelompok 4 berharap masyarakat, khususnya ibu-ibu dan kader posyandu, semakin memahami pentingnya pemenuhan gizi seimbang serta mampu mengembangkan bahan pangan lokal menjadi menu makanan tambahan yang beragam.
Program tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan penyuluhan dan demonstrasi, tetapi dapat mendorong pemanfaatan daun kelor secara berkelanjutan sebagai salah satu alternatif pangan lokal dalam mendukung upaya pencegahan dan penanganan masalah stunting di Desa Bumiaji.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....