KKN Berdampak 185 UMM Ubah Serbuk Kayu Menjadi Briket

  • 24 Agt 2026 08:53 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang – Limbah serbuk kayu yang selama ini kerap dianggap tidak memiliki nilai guna mulai dimanfaatkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Berdampak 185 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjadi briket ramah lingkungan di Desa Besuki, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung.

Pemanfaatan serbuk kayu menjadi briket merupakan salah satu upaya mengubah limbah menjadi produk yang lebih bermanfaat. Serbuk kayu yang sebelumnya berpotensi dibuang, dibakar secara terbuka, atau dibiarkan menumpuk dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku biomassa.

Briket merupakan bahan bakar padat yang dapat dibuat dari berbagai jenis biomassa, termasuk serbuk kayu. Pemanfaatannya dapat menjadi alternatif untuk mengurangi limbah sekaligus menghasilkan produk yang memiliki nilai guna.

Proses pembuatan briket diawali dengan pembakaran limbah kayu di tempat minim oksigen hingga menjadi arang. Arang yang dihasilkan kemudian ditumbuk hingga halus dan disaring.

Untuk membuat perekat, tepung tapioka dicampurkan dengan air kemudian direbus dan diaduk hingga teksturnya menjadi kalis, lembap, dan sedikit lengket. Selanjutnya, sebanyak 100 gram arang dicampurkan dengan 30 gram tepung tapioka dan 250 mililiter air.

Campuran arang dan perekat kemudian diaduk hingga merata sebelum dicetak menggunakan cetakan pipa atau cetakan lainnya. Briket yang telah dicetak didiamkan atau diangin-anginkan di tempat yang tidak terkena sinar matahari selama satu hari, kemudian dijemur selama dua hingga lima hari.

Pemanfaatan serbuk kayu menjadi briket tidak hanya bertujuan menghasilkan bahan bakar alternatif, tetapi juga memberikan manfaat bagi lingkungan. Pengolahan tersebut dapat membantu mengurangi jumlah limbah yang dibuang atau dibakar secara terbuka.

Kegiatan ini juga sejalan dengan prinsip ekonomi sirkular, yaitu memanfaatkan kembali sumber daya agar memiliki nilai guna yang lebih panjang. Dari sisi energi, penggunaan briket dapat disesuaikan dengan karakteristik dan kualitasnya, termasuk untuk kegiatan memasak maupun kebutuhan pemanasan pada skala tertentu.

Selain praktik pengolahan, KKN Berdampak 185 UMM juga menggelar sosialisasi mengenai pemanfaatan serbuk kayu dan cara mengolahnya menjadi briket kepada masyarakat Desa Besuki.

Sosialisasi mendapat respons positif dari warga. Tingginya rasa ingin tahu masyarakat terhadap pemanfaatan serbuk kayu terlihat dari antusiasme warga selama kegiatan berlangsung.

Mahasiswa menyampaikan materi menggunakan bahasa sederhana dan dilengkapi demonstrasi secara langsung. Warga dapat melihat tahapan pengolahan serbuk kayu, mulai dari pembuatan perekat, pencampuran bahan, hingga proses pencetakan briket.

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai manfaat serbuk kayu sebagai bahan baku briket, tetapi juga memahami cara pengolahannya serta potensi pemanfaatannya sebagai bahan bakar alternatif.

Pengolahan serbuk kayu menjadi briket merupakan bagian dari program utama KKN Berdampak 185 UMM. Kegiatan ini menjadi bentuk pemanfaatan potensi sumber daya lokal sekaligus upaya memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat Desa Besuki.

Mahasiswa berharap program tersebut dapat terus dilanjutkan setelah masa KKN berakhir. Pengetahuan dan keterampilan yang telah diperkenalkan diharapkan dapat diterapkan secara mandiri serta dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan potensi desa.

Keberlanjutan kegiatan menjadi penting agar pemanfaatan limbah tidak hanya berlangsung sementara. Dengan penerapan yang konsisten, serbuk kayu dapat menjadi salah satu sumber daya lokal yang dimanfaatkan secara lebih efektif dan berkelanjutan.

Melalui program ini, KKN Berdampak 185 UMM berupaya menghadirkan inovasi sederhana yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Pengolahan serbuk kayu menjadi briket menjadi langkah dalam mengubah cara pandang terhadap limbah, dari sesuatu yang harus dibuang menjadi sumber daya yang masih dapat dimanfaatkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....