SMK Telkom Malang Cetak Entrepreneur Muda Digital

  • 24 Agt 2026 09:06 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang- SMK Telkom Malang mendorong lahirnya entrepreneur muda melalui pembelajaran berbasis digital dan kewirausahaan sejak bangku sekolah. Program tersebut dikembangkan melalui pembelajaran Kreativitas, Inovasi, dan Kewirausahaan atau KIK yang memberikan ruang bagi siswa menghasilkan produk, karya, maupun jasa.

Pembelajaran KIK diberikan kepada siswa kelas 11 setelah mereka memperoleh pengalaman pembelajaran selama satu tahun di kelas 10. Siswa kemudian diarahkan mengembangkan ide usaha yang dekat dengan lingkungan dan kemampuan masing-masing.

“Pertama mereka menemukan ide dulu, terus membuat bisnis model kanvas biasanya. Di situ ada kuisioner bertanya kepada narasumber sesuai dengan yang diharapkan mereka,” ujar ujar Muhammad Chusni Agus, M. Pd., Gr. - Kaur Laboratorium SMK Telkom Malang, dalam Dialog Kita Indonesia, Sabtu (22/08/2026).

Menurut Husni, siswa tidak hanya diajarkan membuat produk kemudian menjualnya, tetapi juga memahami prosedur kewirausahaan secara menyeluruh. Mereka belajar menentukan ide, mengenali calon konsumen, menghitung harga pokok produksi atau HPP, hingga menyusun strategi pengembangan usaha.

Pembelajaran tersebut juga melibatkan pelaku UMKM sebagai narasumber sekaligus pemberi penilaian terhadap karya siswa. Pada akhir pembelajaran, sekolah menggelar gelar karya dengan menghadirkan pelaku UMKM, termasuk bidang makanan dan minuman, untuk melihat produk siswa secara langsung.

“Penumbuhan kewirausahaan itu kami mencanangkan ada tiga, yang pertama untuk prestasi, yang kedua mereka tahu kalau ada bantuan prosedurnya seperti apa, dan yang ketiga mereka tahu prosedural menjadi wirausaha,” jelasnya.

Menariknya, produk yang dikembangkan siswa tidak dibatasi pada bidang teknologi meskipun SMK Telkom memiliki latar pendidikan berbasis teknologi informasi. Siswa juga mengembangkan produk makanan, minuman, kriya, hingga jasa seperti pembuatan website untuk pelaku usaha.

Menurut Husni, setiap kelompok siswa maksimal terdiri dari tiga orang dan diarahkan memiliki keunikan masing-masing meskipun mengembangkan jenis produk yang sama. Pendekatan tersebut bertujuan menumbuhkan kreativitas sekaligus kemampuan siswa menemukan nilai pembeda atau unique value dari produk mereka.

“Harapannya setiap angkatan itu minimal ada sepuluh yang sustain, sehingga ekosistem kewirausahaan mereka cukup sampai mereka lulus,” tuturnya.

Melalui pembelajaran tersebut, SMK Telkom Malang berharap siswa tidak hanya memiliki kemampuan akademik dan teknologi, tetapi juga siap menghadapi persaingan dunia usaha. Keterampilan kewirausahaan yang dibangun sejak sekolah diharapkan menjadi bekal bagi siswa untuk menciptakan peluang ekonomi sekaligus mengembangkan karya secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....