Tokoh Agama Diminta Jadi Jembatan di tengah Maraknya Hoaks
- 17 Agt 2026 12:27 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang- Tokoh agama dinilai memiliki peran penting dalam menjaga kerukunan masyarakat, terutama ketika muncul informasi palsu atau hoaks yang berpotensi memicu konflik antarumat beragama.
Theresia Puji Astutik, Sekretaris Komisi Hubungan Antar Agama dan Kepercayaan (HAK) Keuskupan Malang, mengatakan tokoh agama tidak hanya bertugas menyampaikan ajaran agama, tetapi juga menjadi teladan, jembatan dan guru bagi umat.
Menurutnya, ketika muncul informasi yang berpotensi memicu permusuhan, tokoh agama harus menjadi pihak yang pertama membangun komunikasi dengan tokoh agama lainnya.
| Baca juga: Menko Pangan Cek MBG di Malang |
“Kalau ada hoaks ‘gereja akan dibakar’ atau ‘masjid akan diserang’, tugas kami yang pertama kali menelpon tokoh sebelah: ‘Ini hoaks ya, kita jaga bersama’,” ujar Theresia dalam program Moderasi Beragama di Pro 2 RRI Malang, Minggu (16/8/2026)
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak membalas ujaran kebencian dengan kebencian baru.
“Jangan dilawan dengan kebencian. Lawan dengan narasi positif,” katanya.
Theresia menilai tokoh agama memiliki posisi strategis untuk membangun narasi persaudaraan, termasuk melalui ruang digital dan media sosial.
Ia berharap para tokoh agama dapat memberikan contoh bahwa memiliki keyakinan yang kuat tidak berarti harus memusuhi mereka yang berbeda.
“Punya iman kuat itu tidak sama dengan memusuhi orang lain. Justru karena iman kuat, kita aman untuk menghargai orang lain,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....