Menjelajah Gua Bukan Sekadar Mencari Adrenalin
- 14 Agt 2026 21:22 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang- Menjelajah gua bukan sekadar aktivitas untuk mencari adrenalin. Kegiatan tersebut membutuhkan pengetahuan, persiapan, keberanian, serta kemampuan menghadapi berbagai risiko yang muncul di lingkungan alam. Penelusuran gua juga menuntut kesiapan mental, fisik, tim, logistik, dan peralatan yang memadai.
Ketua Umum Mapala Tursina UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Thariq Asira, mengatakan setiap penelusur harus memahami karakteristik gua sebelum memasuki ruang bawah tanah yang memiliki kondisi berbeda dengan lingkungan luar.
“Penelusur gua harus memahami karakteristik sebelum memasuki ruang bawah tanah yang memiliki kondisi berbeda. Gua itu memiliki jalur vertikal maupun horizontal, jadi perlengkapan dan teknik yang digunakan harus disesuaikan dengan karakter medannya,” ujar Thariq, Jumat (14/8/2026).
Menurutnya, gua vertikal membutuhkan perlengkapan khusus, termasuk tali dan perangkat pendukung untuk memastikan proses naik turun berlangsung aman. Sementara itu, penelusuran gua horizontal tetap membutuhkan kewaspadaan karena kondisi oksigen, jalur, serta keberadaan hewan di dalam gua dapat berbeda-beda.
Persiapan juga mencakup perlengkapan pertolongan pertama untuk mengantisipasi kemungkinan luka maupun kondisi kesehatan yang muncul selama perjalanan. Penelusur perlu memperkirakan berbagai kemungkinan buruk agar mampu merespons keadaan darurat secara cepat dan tepat.
“Pengalaman di lapangan menunjukkan bahwa kondisi alam tidak selalu dapat diprediksi berdasarkan kemampuan fisik seseorang. Karena itu, merasa kuat atau terbiasa berolahraga bukan alasan untuk mengabaikan pengetahuan, persiapan, maupun keselamatan selama petualangan,” imbuhnya.
Thariq juga menekankan pentingnya pembagian tugas dalam tim, terutama ketika kegiatan membutuhkan kemampuan medis atau pertolongan darurat tertentu. Setiap anggota harus memahami perannya agar penanganan ketika terjadi kondisi tidak diinginkan dapat dilakukan secara terarah.
Selain keselamatan manusia, ia mengingatkan penelusur untuk memperhatikan kelestarian ekosistem gua. Flora dan fauna yang hidup di dalam gua merupakan bagian penting dari lingkungan bawah tanah sehingga tidak boleh diganggu sembarangan.
“Selain keselamatan manusia, penelusuran gua juga harus mempertimbangkan keberadaan flora dan fauna yang hidup di dalamnya. Penelusur tidak boleh sembarangan menyentuh, mengambil, memindahkan, atau mengganggu organisme yang menjadi bagian penting ekosistem gua,” ungkapnya.
Menurut Thariq, kebisingan, cahaya, maupun aktivitas manusia dapat mengganggu hewan gua yang memiliki kemampuan sensorik berbeda dengan manusia. Karena itu, penelusur perlu bergerak dengan tenang dan menghindari tindakan yang berpotensi mengubah kondisi alami lingkungan bawah tanah.
Bagi Thariq, pengalaman menyusuri gua bukan sekadar mengejar sensasi atau adrenalin. Aktivitas tersebut menjadi proses untuk memahami kemampuan diri sekaligus belajar menghargai alam.
“Petualangan menjadi ruang pembelajaran untuk mengukur keberanian, mengatasi ketakutan, dan memahami pentingnya persiapan sebelum menghadapi tantangan alam,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....