Pramuka Kota Malang Dorong Swasembada Pangan
- 14 Agt 2026 21:26 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang- Gerakan Pramuka Kota Malang menegaskan komitmennya mendukung program swasembada pangan sebagai bagian dari pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045 mendatang. Ketua Kwarcab Pramuka Kota Malang, Ginanjar Yoni Wardoyo, ST., MT., menilai Pramuka memiliki jaringan luas yang dapat menggerakkan masyarakat mendukung ketahanan pangan.
Menurut Ginanjar, tantangan pangan tidak sekadar menyediakan makanan, tetapi juga memastikan pertanian tumbuh serta menciptakan ekosistem ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat. Program makan bergizi gratis dinilai memiliki keterkaitan dengan ketahanan pangan karena membutuhkan dukungan unit usaha pertanian dari hulu hingga hilir.
“Karena itu, Pramuka didorong memperluas pendidikan para anggota untuk memahami persoalan pangan, perubahan iklim, ekonomi dunia, serta tantangan pembangunan masa depan. Konsep tersebut diterapkan melalui kegiatan yang disesuaikan berdasarkan jenjang usia, mulai dari Siaga, Penggalang, hingga Penegak dan Pandega secara bertahap,” ujarnya dalam Dialog Kita Indonesia di Pro 1 RRI Malang, Kamis (13/08/2026).
Anak-anak diperkenalkan pada proses pangan melalui kegiatan lapangan, termasuk mengunjungi persawahan dan memahami perjuangan petani menghasilkan makanan untuk masyarakat secara nyata. Di tingkat keluarga, anggota Pramuka juga diajak menerapkan kebiasaan sederhana seperti makan secukupnya dan tidak menyia-nyiakan makanan setiap hari di rumah.
“Kebiasaan ini penting karena anak perlu memahami bahwa makanan di piring melewati proses panjang sebelum sampai kepada konsumen. Kolaborasi dengan pemangku kepentingan juga terus dilakukan, termasuk bersama Dinas Pertanian dan kelompok pelaku usaha kecil menengah di Kota Malang,” imbuhnya.
Pramuka Kota Malang turut memberdayakan kader yang memiliki usaha, seperti produk kopi dan makanan olahan, agar memperoleh manfaat ekonomi luas. Produk lokal tersebut bahkan akan diperkenalkan melalui anjungan Kota Malang dalam Jambore Nasional 2026 yang berlangsung di Cibubur pada Agustus.
“Ini menunjukkan bahwa Pramuka tidak hanya menjalankan kegiatan kepanduan, tetapi juga membuka ruang promosi produk lokal kepada masyarakat luas. Pendidikan pangan harus berlangsung menyenangkan agar anggota Pramuka mampu memahami persoalan melalui pengalaman langsung, bukan sekadar teori semata. Pramuka juga diharapkan menjadi influencer positif bagi lingkungan sekitarnya dengan menanamkan semangat gotong royong, kemandirian, kepemimpinan, dan tanggung jawab sekitarnya,” tuturnya.
Melalui pengalaman berkegiatan, anak-anak dilatih menghadapi kegagalan, bangkit kembali, serta memahami bahwa keberhasilan membutuhkan proses dan kerja keras nyata bersama. Pada akhirnya, Kwarcab Pramuka Kota Malang berharap gerakan kepanduan semakin hadir di tengah masyarakat dan memberikan dampak positif bagi pembangunan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....