IWAPI Kota Malang Dorong Perempuan Mandiri Berkarya dan Berdaya

  • 29 Jul 2026 17:55 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Kemandirian menjadi salah satu kunci bagi perempuan untuk terus berkembang di tengah dinamika dunia usaha yang semakin kompetitif. Namun, membangun usaha tidak cukup hanya bermodalkan keberanian dan kemampuan, melainkan juga membutuhkan jejaring, pendampingan, serta kemauan untuk terus belajar. Hal tersebut menjadi semangat yang terus ditanamkan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) DPC Kota Malang dalam dialog Bersama RRI Malang.

Owner SBB Tuna Food Frozen, Findhi Indriana Wijayanti, A.Md., mengatakan perjalanan membangun usahanya tidak selalu berjalan mulus. Usaha olahan tuna milik keluarganya bahkan sempat mengalami masa sulit hingga nyaris berhenti beroperasi. Berbekal semangat untuk bangkit, ia kemudian mengembangkan berbagai produk olahan berbahan dasar tuna, mulai dari bakso tuna, nugget tuna, tahu tuna, hingga otak-otak tuna yang memanfaatkan potensi daerah asalnya, Pacitan, sebagai salah satu penghasil ikan tuna. Menurutnya, bergabung dengan IWAPI menjadi salah satu langkah penting yang membantunya memperluas wawasan sekaligus mengembangkan usaha. "Saat bergabung di IWAPI, saya banyak mendapat pendampingan dari para senior. Kami diajarkan bagaimana mengembangkan usaha, membangun relasi, hingga memahami strategi permodalan. Dukungan itu membuat saya lebih percaya diri untuk terus mengembangkan produk," ujarnya pada Senin (27/7/2026).

Findhi menambahkan bahwa tantangan terbesar dalam menjalankan usaha adalah menjaga semangat ketika menghadapi berbagai hambatan sekaligus memperluas pasar. Karena itu, ia meyakini bahwa jaringan yang kuat menjadi salah satu faktor penting dalam pertumbuhan bisnis. Produk olahan tunanya kini mulai dipasarkan di berbagai kafe dan mitra usaha di Kota Malang. Selain memperluas pemasaran, ia juga terus menjaga kualitas produk dengan menggunakan bahan baku terbaik serta mempertahankan cita rasa agar kepercayaan pelanggan tetap terjaga. "Kalau pelanggan sudah percaya dengan kualitas produk kita, mereka akan kembali lagi. Pelayanan juga harus maksimal. Ketika ada komplain, kami harus siap bertanggung jawab karena kepercayaan konsumen adalah modal utama," katanya.

Pandangan serupa disampaikan Owner Event Organizer, Shinta Irawaty, yang memilih membangun usaha sendiri setelah mengundurkan diri dari dunia media sekitar empat tahun lalu. Pengalaman kerja serta relasi yang telah dimiliki menjadi bekal untuk mengembangkan bisnis jasa yang kini menangani berbagai kegiatan, mulai dari gathering, wisuda, hingga event pemerintahan dan olahraga. Menurutnya, perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan mandiri secara ekonomi tanpa harus meninggalkan perannya di dalam keluarga. "Sebagai perempuan, kita tetap bisa mengembangkan potensi diri dan memiliki usaha sendiri tanpa mengesampingkan tanggung jawab sebagai istri maupun ibu. Justru dengan terus berkarya, kita bisa memberi manfaat yang lebih besar bagi keluarga dan lingkungan sekitar," ungkap Shinta.

Shinta menjelaskan bahwa bisnis jasa menuntut kreativitas, kemampuan beradaptasi, dan komitmen menjaga kepercayaan klien. Berbeda dengan usaha berbasis produk, pelaku Event Organizer harus mampu mengelola banyak orang, menghadapi berbagai kemungkinan di lapangan, bahkan siap menanggung risiko kerugian apabila pelaksanaan kegiatan tidak berjalan sesuai rencana. Karena itu, menurutnya hubungan baik dengan relasi dan kolaborasi menjadi faktor penting dalam mempertahankan usaha. Ia juga merasakan bahwa lingkungan IWAPI menghadirkan suasana kekeluargaan yang mendorong para anggotanya saling mendukung dan membuka peluang kerja sama bisnis. "Di IWAPI kami tidak berjalan sendiri. Ketika ada peluang event, kami bisa saling berkolaborasi. Senior juga tidak pelit ilmu sehingga anggota baru bisa belajar dan berkembang bersama," tuturnya.

Bagi kedua pelaku usaha tersebut, makna "Mandiri Berkarya, Hebat Berdaya" bukan hanya tentang memperoleh keuntungan dari bisnis, tetapi juga membangun mental yang tangguh, terus berinovasi, dan memberi nilai bagi orang lain. Findhi menilai perempuan perlu memiliki kemampuan untuk menghasilkan karya dan berkontribusi secara ekonomi, sementara Shinta menegaskan bahwa usaha yang dibangun dengan kerja keras harus terus dipertahankan dan dikembangkan. "Membangun usaha memang penuh tantangan, tetapi jangan mudah menyerah. Terus belajar, menjaga kualitas, memperluas jaringan, dan saling menguatkan menjadi bekal agar perempuan bisa semakin mandiri dalam berkarya dan semakin hebat dalam memberdayakan diri maupun orang lain," pungkas Findhi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....