ProFauna Soroti Ancaman Hutan Dataran Rendah di Malang

  • 24 Jul 2026 20:21 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Kondisi hutan dataran rendah di Malang Selatan menjadi perhatian serius ProFauna Indonesia. Organisasi konservasi yang telah berdiri sejak 1994 itu menilai tekanan terhadap kawasan hutan masih terus berlangsung akibat alih fungsi lahan, sehingga mengancam keberadaan berbagai satwa liar endemik, termasuk burung rangkong dan lutung jawa.

Founder dan Ekolog ProFauna Indonesia, Rosek Nursahid, dalam dialog di Pro 1 RRI Malang bertema "Beda Langkah, Satu Arah: Kolaborasi Jaga Hutan Malang." pada Rabu (22/7/2026) mengungkapkan bahwa kawasan hutan dataran rendah di pesisir selatan Pulau Jawa pernah mengalami kerusakan besar akibat pembukaan lahan pada akhir 1990-an. Saat ini, hanya sebagian kecil kawasan yang masih tersisa, termasuk di wilayah Kondang Merak dan kawasan konservasi di sekitar Pulau Sempu.

"Hutan dataran rendah di Malang Selatan dulu sangat luas. Setelah pembukaan hutan sekitar tahun 1998, kini yang tersisa hanya sedikit. Padahal kawasan seperti Sendiki, Sendang Biru, hingga Pulau Sempu menjadi habitat penting burung rangkong," ujar Rosek.

Selain burung rangkong, ProFauna juga terus memantau populasi lutung Jawa yang hidup di kawasan Cangar dan beberapa wilayah hutan lainnya. Menurut Rosek, keberadaan satwa tersebut menjadi indikator kesehatan ekosistem. "Kalau lutung Jawa masih sehat, itu menunjukkan kondisi hutannya juga sehat karena lutung Jawa hanya makan daun-daun saja. Jadi, bisa dibilang sekitar 90 persen kesehatan hutan tercermin dari keberadaan satwa tersebut," katanya.

Rosek menambahkan, ancaman terhadap hutan tidak hanya berasal dari pembalakan liar, tetapi juga perubahan fungsi lahan menjadi kawasan perkebunan. Oleh karena itu, rehabilitasi hutan harus dibarengi dengan pelibatan masyarakat sekitar agar mereka memiliki kepentingan langsung untuk menjaga kawasan hutan. Program seperti patroli hutan, rehabilitasi ekosistem, edukasi lingkungan, hingga wisata berbasis konservasi menjadi bagian dari strategi yang terus dijalankan ProFauna bersama masyarakat lokal.

Di sisi lain, Penyuluh Kehutanan CDK Wilayah Malang, Anggi, menyebut pemerintah terus memperkuat program perhutanan sosial sebagai upaya menyeimbangkan aspek konservasi dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. "Harapan kami masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga menjadi penjaga hutan. Ketika hutan memberi manfaat ekonomi secara berkelanjutan, maka kepedulian untuk melestarikannya juga akan semakin kuat," tutup Anggi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....