Perbaikan Jalur Semeru Utamakan Keselamatan Pendaki

  • 20 Jul 2026 17:37 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang: Perbaikan jalur pendakian Gunung Semeru yang dilakukan pascaerupsi tidak hanya bertujuan memulihkan akses wisata alam, tetapi juga meningkatkan keselamatan pendaki. Pada 2024, berbagai fasilitas diperbaiki, mulai dari jalur pendakian hingga penyediaan air bersih di Ranu Kumbolo, dengan batas pendakian yang masih diperbolehkan hanya sampai kawasan tersebut.

Pembina Yayasan Gimbal Alas Indonesia, Trianko Hermanda, menjelaskan organisasinya ikut terlibat dalam program tersebut. Menurutnya, banyak titik jalur yang mengalami longsor akibat aktivitas erupsi sehingga perlu ditata kembali agar aman dilalui. “Jalur diperbaiki supaya lebih aman karena banyak longsoran. Dampaknya tentu membuat pendaki lebih nyaman, terutama pendaki wisata gunung yang jumlahnya sekarang semakin banyak,” ujarnya kepada RRI Malang pada Kamis (16/7/2026).

Selain perbaikan jalur, penyediaan fasilitas air bersih di Ranu Kumbolo juga menjadi bagian penting dalam pengelolaan kawasan. Air tetap bersumber dari Danau Ranu Kumbolo dan dialirkan untuk memenuhi kebutuhan sanitasi, khususnya toilet, sehingga pengelolaan lingkungan menjadi lebih baik tanpa mengurangi kenyamanan pengunjung.

Trianko menilai keselamatan pendaki tidak cukup hanya mengandalkan infrastruktur. Menurutnya, keberadaan pendamping dari Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru maupun Persatuan Pemandu Gunung Semeru Terdaftar (PPGST) memiliki peran penting selama perjalanan. “Pemandu bukan hanya mengantar sampai Ranu Kumbolo, tetapi juga memastikan keselamatan pendaki, menjelaskan sejarah kawasan, mengenalkan tumbuhan yang ada di sepanjang jalur, sampai mengingatkan agar tidak keluar ke jalur-jalur ilegal,” katanya.

Ia menjelaskan jalur resmi melalui Ranupani dipilih karena telah dipetakan berdasarkan tingkat keamanan. Jalur tersebut memiliki titik-titik penting seperti Kalimati yang dekat sumber air, Arcopodo sebagai batas vegetasi, hingga jalur pasir yang relatif lebih padat sehingga lebih aman dibandingkan jalur ilegal yang berpasir gembur dan sulit dipijak.

Karena itu, Trianko mengajak masyarakat menikmati Semeru sesuai ketentuan yang berlaku. “Sekarang pendakian hanya sampai Ranu Kumbolo, maka taati aturan itu. Kesempatan menuju Mahameru akan datang ketika kondisi gunung sudah benar-benar aman. Keselamatan harus tetap menjadi prioritas utama,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....