Edukasi Kesehatan Keluarga dan Perawatan Luka Perlu Dimulai dari Rumah

  • 08 Jul 2026 09:20 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang – Kesadaran merawat luka tidak hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi juga seluruh anggota keluarga. Dalam kehidupan sehari-hari, luka ringan kerap terjadi di lingkungan rumah, mulai dari anak yang terjatuh saat bermain, orang dewasa yang terkena pisau saat memasak, hingga lansia yang mengalami cedera akibat keterbatasan fisik.

Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Brawijaya, Dr. Ns. Dina Dewi Santika Lestari Ismail, M.Kep., mengatakan perempuan selama ini memang lebih sering berperan sebagai caregiver atau pendamping kesehatan keluarga. Namun, menurutnya, perawatan luka bukan hanya tugas perempuan, melainkan tanggung jawab bersama antara laki-laki dan perempuan.

"Kalau berbicara perspektif gender, memang perempuan sering menjadi orang pertama yang merawat anggota keluarga. Tetapi bapak-bapak maupun anggota keluarga lainnya juga harus memiliki pengetahuan yang sama mengenai penanganan luka," katanya pada Senin (6/7/2026).

Ia menjelaskan, kelompok yang paling rentan mengalami luka bukan hanya anak-anak, tetapi juga lanjut usia. Pada lansia, kemampuan menggenggam dan koordinasi gerak mulai menurun sehingga risiko mengalami luka akibat aktivitas sehari-hari menjadi lebih tinggi.

"Karena itu, keluarga perlu memberikan perhatian lebih terhadap keselamatan mereka di rumah," ujarnya.

Selain itu, perempuan juga perlu memahami berbagai jenis luka yang berpotensi dialami sepanjang siklus kehidupannya. Mulai dari luka akibat aktivitas rumah tangga hingga luka pascapersalinan, baik persalinan normal maupun operasi sesar.

"Perawatan luka yang benar akan membantu mempercepat penyembuhan sekaligus mengurangi risiko terbentuknya jaringan parut yang berlebihan," kata Dina.

Ia kembali menegaskan bahwa luka tidak seharusnya dibiarkan terbuka dengan anggapan agar cepat mengering. Menjaga kelembapan luka menggunakan balutan yang tepat justru mendukung regenerasi sel dan membantu proses penyembuhan berlangsung lebih optimal.

Dina juga mengingatkan masyarakat untuk mengenali tanda-tanda bahaya pada luka. Apabila rasa nyeri semakin meningkat, kemerahan bertambah luas, luka terasa lebih panas, membengkak, atau mulai mengeluarkan darah maupun cairan yang tidak normal, kondisi tersebut perlu segera diperiksakan ke tenaga kesehatan.

"Kalau sudah muncul tanda-tanda infeksi, jangan mencoba mengobati sendiri di rumah. Segera datang ke puskesmas, klinik, atau rumah sakit agar mendapatkan penanganan yang sesuai," tegasnya.

Ia berharap edukasi mengenai perawatan luka dapat terus ditingkatkan sehingga masyarakat semakin memahami bahwa tindakan sederhana yang dilakukan sejak awal dapat mencegah terjadinya infeksi maupun komplikasi yang lebih serius. Dengan demikian, budaya merawat luka secara benar dapat dimulai dari lingkungan keluarga sebagai garda terdepan dalam menjaga kesehatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....