WCC Kota Malang Dorong Korban Berani Speak Up, Bukti Jadi Kunci Penegakan Hukum

  • 06 Jul 2026 12:45 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang– Woman Crisis Center (WCC) Kota Malang terus mendorong masyarakat, khususnya korban kekerasan terhadap perempuan dan anak, untuk berani melapor. Selain keberanian korban, ketersediaan alat bukti menjadi faktor penting dalam proses penegakan hukum.

Direktur WCC Kota Malang, Sri Wahyuningsih, S.H., M.Pd., mengatakan lembaga yang dipimpinnya telah berdiri sejak tahun 2002 dan selama 24 tahun memberikan layanan pendampingan hukum, psikososial, hingga medis secara gratis kepada para korban.

"Tahun pertama kami hanya menerima sekitar 10 laporan. Pada tahun 2025 jumlah pelapor sudah mencapai 124 orang. Ini menunjukkan kebutuhan layanan pendampingan masih sangat besar," ujarnya pada Sabtu (4/7/2026).

Menurut Sri Wahyuningsih, WCC juga aktif melakukan upaya pencegahan melalui penyusunan buku saku digital mengenai kekerasan seksual yang dapat dimanfaatkan oleh pelajar, mahasiswa hingga masyarakat umum.

Selain itu, WCC mengembangkan program sekolah keparalegalan bagi masyarakat, membentuk Pos Bahagia di tingkat kecamatan, serta melatih relawan dan pengemudi ojek online agar mampu memberikan pendampingan awal kepada korban.

Ia menegaskan, masyarakat yang menjadi korban maupun mengetahui adanya tindak kekerasan sebaiknya segera melapor ke layanan terkait dan tidak menghilangkan barang-barang yang dapat menjadi alat bukti.

"Berani speak up itu penting, tetapi jangan lupa mengamankan alat bukti karena itulah yang menjadi dasar utama dalam proses hukum," tegasnya.

Sri Wahyuningsih juga memastikan WCC menyediakan layanan pendampingan bagi korban melalui hotline maupun rumah aman (shelter), sehingga korban dapat memperoleh perlindungan selama menjalani proses hukum.

Menurutnya, perlindungan terhadap perempuan dan anak merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan keterlibatan pemerintah, aparat penegak hukum, organisasi masyarakat, hingga lingkungan sekitar korban.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....