AI Tak Gantikan Virtual Assistant, Justru Buka Peluang Baru
- 28 Jun 2026 12:32 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang: Perkembangan Artificial Intelligence (AI) sering kali memunculkan kekhawatiran bahwa sejumlah profesi akan tergantikan oleh teknologi. Namun, kondisi tersebut justru dipandang berbeda oleh para pelaku industri Virtual Assistant. Alih-alih menjadi ancaman, AI dinilai sebagai alat yang mampu meningkatkan produktivitas sekaligus membuka peluang layanan baru bagi para Virtual Assistant yang mau terus belajar.
Executive Assistant dari Malang VA Community, Teylita, mengatakan penggunaan AI kini mulai menjadi bagian dari pekerjaan sehari-hari seorang Virtual Assistant. Berbagai tugas administratif maupun operasional dapat diselesaikan lebih cepat dengan bantuan teknologi, sehingga tenaga manusia dapat lebih fokus pada pekerjaan yang membutuhkan analisis, komunikasi, dan pengambilan keputusan.
"AI bukan musuh bagi Virtual Assistant. Justru AI membantu pekerjaan kami menjadi lebih cepat. Bahkan sekarang ada peluang baru, misalnya menawarkan implementasi AI kepada klien atau membantu mereka memanfaatkan berbagai tools berbasis AI," ungkap Teylita kepada RRI Malang pada Jumat (26/6/2026).
Menurutnya, kemampuan yang paling dibutuhkan seorang Virtual Assistant saat ini bukan sekadar menguasai aplikasi tertentu, melainkan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan kemauan untuk terus mempelajari teknologi baru. Seorang VA juga dituntut mampu berpikir proaktif serta menawarkan solusi, bukan hanya menunggu instruksi dari klien. "Kalau hanya menunggu perintah, akan sulit berkembang. Virtual Assistant harus punya rasa penasaran, terus belajar tools baru, dan berpikir bagaimana bisa membantu menyelesaikan problem klien," katanya.
Selain penguasaan teknologi, komunikasi menjadi faktor penting yang menentukan keberhasilan seorang Virtual Assistant. Teylita mengingatkan bahwa banyak pemula gagal membangun hubungan baik dengan klien karena terlalu ragu menyampaikan perkembangan pekerjaan. Ia justru menyarankan agar seorang VA lebih aktif berkomunikasi ketika menghadapi kendala sehingga solusi dapat dicari bersama sebelum masalah menjadi lebih besar.
Melalui komunitas Malang VA Community, para anggota rutin mengikuti webinar, pelatihan penggunaan berbagai tools digital, hingga saling berbagi informasi peluang kerja dari dalam maupun luar negeri. Teylita berharap semakin banyak generasi muda Indonesia berani mencoba profesi Virtual Assistant karena peluangnya masih terbuka lebar. "Kalau ingin terjun menjadi Virtual Assistant, pastikan punya rasa penasaran yang besar. Terus belajar, jangan takut mencoba hal baru, dan jangan ragu berkomunikasi dengan klien. Itu yang akan membuat kita terus berkembang," pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....