Geografi Membaca Isyarat Bencana Wujud Mitigasi Penyelamatan Bumi
- 26 Jun 2026 09:35 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Berbagai fenomena dan anomali alam yang terjadi belakangan ini sejatinya merupakan bentuk komunikasi jujur dari bumi kepada manusia. Jika dipahami dengan baik, tanda-tanda tersebut dapat menjadi alarm dini dalam meminimalisasi dampak bencana alam.
Edukasi mengenai pentingnya kepekaan terhadap lingkungan ini dibahas mendalam dalam Talkshow Tanggap Bencana yang disiarkan langsung oleh RRI pada Rabu (24/6/2026). Acara ini menghadirkan pakar geografi sekaligus dosen Universitas Negeri Malang, Dr. Heni Masruroh, M.Sc.
Dalam perbincangan tersebut, Dr. Heni menegaskan bahwa ilmu geografi memiliki cakupan yang jauh lebih luas daripada sekadar menghafal lokasi atau bentang alam. Geografi modern berfungsi sebagai pemandu manusia untuk menerjemahkan sandi dan isyarat yang dimunculkan oleh alam sekitar.
“Ketika kita melihat adanya anomali iklim, musim hujan dan kemarau yang tidak seperti dulu, atau hujan yang turun terus-menerus, itu semua merupakan penanda. Harusnya kita membaca itu sebagai alarm agar lebih berhati-hati,” ujar Dr. Heni.
Lebih lanjut, Dr. Heni memaparkan alasan mengapa masyarakat Indonesia harus memiliki tingkat kepekaan yang lebih tinggi dibanding negara lain. Secara spasial, Indonesia berada di jalur yang sangat dinamis sekaligus rawan.
- Kawasan Cincin Api (Ring of Fire): Membuat Indonesia rentan terhadap aktivitas seismik seperti gempa bumi dan letusan gunung berapi.
- Karakteristik Kepulauan: Bentang alam yang sangat beragam memicu potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, hingga cuaca ekstrem.
Oleh karena itu, peningkatan kemampuan masyarakat dalam membaca perubahan lingkungan sekitar menjadi pilar krusial dalam struktur mitigasi bencana nasional.
Melalui dialog interaktif ini, masyarakat diajak untuk kembali membangun keharmonisan hubungan antara manusia dan alam. Pengetahuan yang cukup akan membantu masyarakat mengenali tanda-tanda awal sebelum sebuah bencana besar benar-benar melanda.
Sebagai penutup, talkshow ini memberikan refleksi mendalam bahwa sistem kesiapsiagaan bencana yang ideal tidak boleh hanya bergantung pada kecanggihan teknologi atau alat deteksi buatan manusia semata.
Kunci keselamatan yang paling utama justru terletak pada kecerdasan dan kepekaan manusia itu sendiri dalam merespons serta memahami pesan-pesan yang terus disampaikan oleh bumi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....