Selain Nilai Akademik, Anak Perlu Dibekali Karakter dan Kecerdasan Emosi
- 26 Jun 2026 09:43 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang: Keberhasilan anak di masa depan tidak hanya ditentukan oleh nilai akademik yang tinggi. Kemampuan mengendalikan emosi, memiliki rasa percaya diri, bertanggung jawab, serta mampu berinteraksi dengan lingkungan sosial menjadi bekal yang tidak kalah penting.
Dalam dialog Bersama RRI Malang, Dokter Parenting dan Direktur Rumah Cerdas Malang, dr. Martina Slyviarini Surya Widarti mengatakan, tantangan yang dihadapi anak saat ini berbeda dengan generasi sebelumnya. Perubahan teknologi, pola komunikasi, hingga perkembangan media digital membuat orang tua perlu menyesuaikan cara mendidik anak. Karena itu, fokus pendidikan tidak boleh hanya pada pencapaian akademik semata.
Ia menjelaskan bahwa perkembangan anak idealnya mencakup tiga aspek utama, yaitu intelektual, afektif, dan sosial. Aspek intelektual meliputi kemampuan akademik seperti sains dan bahasa. Sementara aspek afektif berkaitan dengan pengelolaan emosi, kepercayaan diri, serta pembentukan karakter. Adapun aspek sosial mencakup kemampuan bekerja sama, berkomunikasi, dan membangun hubungan yang sehat dengan orang lain.
“Percaya diri, self-esteem, inisiatif, kemampuan mengelola emosi, dan keterampilan sosial merupakan bekal yang sama pentingnya dengan prestasi akademik. Semua aspek perkembangan anak harus terisi dan berkembang secara seimbang,” jelas dr. Vivi kepada RRI Malang pada Rabu (24/6/2026).
Dalam pengasuhan sehari-hari, ia mengingatkan orang tua untuk mengurangi pola komunikasi yang terlalu banyak memerintah. Menurutnya, anak yang terus-menerus menerima instruksi cenderung hanya menunggu arahan tanpa mengembangkan inisiatif. Sebaliknya, ketika anak diberikan kesempatan berdiskusi, menyampaikan pendapat, dan dihargai keberadaannya, kemampuan berpikir kritis akan berkembang lebih baik.
“Saat anak dihargai dan diapresiasi, pikirannya menjadi lebih terbuka. Karena itu, terutama ketika memasuki usia remaja, orang tua perlu menjadi sahabat diskusi yang mau mendengar pendapat anak, bukan sekadar memberi perintah,” ungkapnya. Ia menegaskan bahwa pengasuhan yang mengedepankan komunikasi dua arah akan membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, percaya diri, dan siap menghadapi tantangan kehidupan di masa mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....